Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsTinjau Vaksinasi Covid-19...

Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Aceh, Mendagri: Semua Harus Bergerak

BANDA ACEH – Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan sesuai perintah Presiden Joko Widodo, capaian vaksinasi tahap satu harus di atas 70 persen pada akhir Desember ini.

“Tidak ada cara lain, untuk mencapai target tersebut seluruh pemerintah di semua tingkatan harus bergerak bersama,” kata Tito saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Banda Aceh Convention Hall (BACH), Banda Aceh, Selasa, 14 Desember 2021.

Selain untuk proteksi, kata Tito, cakupan vaksinasi juga penting untuk menjaga capaian yang selama ini sudah cukup baik. “Seperti kasus positif yang jauh menurun, positif rate rendah, BOR juga rendah, dan angka kematian yang jauh menurun,” ujarnya.

“Namun, saat ini cakupan vaksinasi kita masih rendah. Oleh karena itu, pemerintah di semua tingkatan, semua institusi, termasuk BUMN harus bergerak bersama,” tambah Tito.

Mendagri bersama rombongan sejak kemarin sudah berkunjung ke Papua, Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan hari ini Aceh, dalam rangka memberikan antensi khusus kepada daerah yang cakupan vaksinasinya masih rendah.

“Nanti kita juga akan menggelar rapat koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota agar semua bangkit bergerak menyukseskan vaksinasi,” tutur mantan Kapolri itu.

Tito mengapresiasi alur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Pemerintah Aceh yang dipusatkan di BACH. “Pelaksanaan vaksinasi terpusat seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh di BACH ini sangat bagus. Mulai dari pendaftaran, screening-nya, vaksinasinya, dan observasinya, kemudian masuk ke dalam aplikasi PCare yang akan terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, sudah bagus,” ujarnya.

Menurut Tito, untuk mencapai kekebalan kelompok, kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti, harus digelorakan terus agar capaian vaksinasi maksimal sesuai target.

Sebagaimana diketahui, sesuai Instruksi Presiden RI Joko Widodo, mulai hari ini vaksinasi bagi anak usia enam hingga 11 tahun dimulai. Kehadiran Mendagri di Aceh untuk memantau pelaksanaan vaksinasi tersebut, serta akan menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi dengan Bupati/Wali Kota dan Forkopimda se-Aceh.

Di BACH, Mendagri didampingi Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, perwakilan Kodam Iskandar Muda, Sekda Aceh dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), mendapatkan penjelasan terkait alur vaksinasi di BACH oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif.

Mendagri dan Gubernur Aceh juga sempat berdialog dengan sejumlah vaksinator dan siswa yang divaksin.

Kepada Mendagri, salah seorang vaksinator menjelaskan jika ia dapat menyuntikkan vaksin kepada 100 orang per hari. Namun hal tersebut tergantung jumlah masyarakat yang datang.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, juga menyampaikan kepada Mendagri bahwa para vaksinator di BACH pernah sukses melakukan vaksinasi kepada 2.000 warga dalam sehari.

“Bagus, kalau 100 orang per vaksinator per hari itu sangat baik,” ujar Mendagri.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menjelaskan hingga saat ini angka capaian vaksinasi Covid-19 di Aceh berada pada angka 50 persen.

“Di Aceh, rata-rata itu sebesar 50 persen, memang ada perbedaan yang cukup signifikan antara Kota Banda Aceh dengan daerah lain. Banda Aceh sudah di atas 70 persen. Oleh karena itu, dalam Rakor nanti akan kita minta arahan dari Pak Mendagri agar capaian vaksinasi bisa lebih maksimal. Saat ini tidak ada lagi alasan kekurangan vaksin, karena jumlah vaksin sangat cukup,” ujar Gubernur Aceh.[](Irm/*)

 

Baca juga: