HELSINKI Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa banyak negara merupakan musuh dalam selimut bagi AS. Trump pun menyebut Uni Eropa musuh perdagangan global AS saat ini.

“Saya rasa kita punya banyak musuh. Saya rasa Uni Eropa adalah musuh, melihat apa yang mereka lakukan di perdagangan. Sekarang, Anda tidak akan berpikir Uni Eropa, tapi mereka adalah musuh,” kata Trump saat wawancara dengan CBS Evening News, Minggu, 15 Juli 2018, waktu setempat.

Trump juga menyebut dua pesaing lainnya. “Rusia adalah musuh dalam hal-hal tertentu. China adalah musuh ekonomi, tentu saja mereka adalah musuh. Tetapi itu tidak berarti mereka buruk. Itu tidak berarti apa-apa. Itu artinya mereka kompetitif,” kata Trump di klub golfnya di Turnberry, Skotlandia.

Namun, Trump menghormati para pemimpin negara-negara tersebut. Akan tetapi, dalam hubungan perdagangan, Trump mengklaim, negara-negara itu banyak memanfaatkan AS, meski mereka sama-sama berada dalam aliansi NATO. 

Ucapan Trump dilontarkan sehari sebelum bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin ini di Helsinki. Trump selama ini disebut memiliki hubungan yang dekat dengan Putin. Apalagi, setelah Departemen Kehakiman AS menyebut, ada 12 petugas intelijen AS yang meretas pemilu AS 2016 silam yang akhirnya memenangkan Trump.

Namun, Trump menyebut, tidak berharap banyak dari pertemuannya dengan Putin. “Ekspektasi saya rendah dari pertemuan ini,” kata Trump.

Setelah melabeli “musuh” aliansi Uni Eropanya, Presiden Komisi Eropa Donald Tusk membantah pernyataan Trump lewat akun Twitternya. “Amerika dan UE adalah teman baik. Siapapun yang menyebut kami bermusuhan, dia sedang menyebarkan berita bohong,” kata dia.[] Sumber: kontan.co.id/reuters/sanny cicilia