Untuk menentukan penyebab dan keparahan tuli konduktif, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada telinga, serta melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes pendengaran, audiometri, CT scan, dan MRI telinga.
Penanganan Tuli Konduktif
Penanganan tuli konduktif akan disesuaikan dengan penyebab dan keparahan tuli yang diderita pasien. Untuk menangani tuli konduktif, biasanya dokter akan melakukan:
1. Pembersihan kotoran telinga
Ada beberapa metode untuk membersihkan kotoran telinga. Salah satunya adalah irigasi telinga dengan menyemprotkan air garam steril (cairan saline) atau minyak mineral ke dalam telinga untuk mengencerkan kotoran telinga. Cara ini hanya bisa dikerjakan oleh dokter THT.
Jika ingin membersihkan telinga sendiri di rumah, cari tahu lebih lanjut atau tanyakan ke dokter terkait cara membersihkan telinga yang aman.
2. Pengobatan infeksi telinga
Bila terdapat infeksi pada telinga bagian luar, tengah, atau dalam, dokter akan memberikan pengobatan antibiotik dalam bentuk obat tetes telinga atau obat minum.
Pada kasus tertentu, pembedahan mungkin juga diperlukan jika terjadi cedera telinga atau penumpukan nanah pada telinga tengah yang membuat gendang telinga radang dan bengkak. Operasi ini bisa dilakukan untuk membantu mengeluarkan nanah dari rongga telinga dan mencegah gendang telinga pecah.
3. Pemasangan alat bantu dengar
Penggunaan alat bantu dengar ada yang ditempatkan di belakang atau pun di saluran telinga. Alat bantu dengar ini berkerja dengan cara mengubah getaran suara menjadi impuls listrik untuk diterima oleh saraf pendengaran, sehingga proses pendengaran bisa berlangsung dengan lebih lancar.
Dengan adanya alat bantu dengar, penderita tuli konduktif akan lebih mudah mendengar suara-suara tertentu yang sebelumnya sulit didengar. Untuk membantu menentukan alat bantu dengan dan bagaimana pengaturan dan cara memakainya, pasien bisa berkonsultasi lebih lanjut ke dokter THT.
4. Pemasangan implan koklea
Prosedur pemasangan implan koklea lebih diutamakan pada penderita tuli jenis sensorineural. Namun, operasi implan koklea juga bisa dilakukan pada penderita tuli konduktif yang parah atau tidak terbantu dengan alat bantu dengar.
Operasi ini bertujuan untuk memasang alat bantu di telinga bagian dalam agar suara dari luar dapat ditangkap oleh saraf telinga. Dengan ini, diharapkan proses pendengaran bisa terbantu.
Jika pendengaran sudah sama sekali tidak berfungsi dan langkah-langkah lain sudah dicoba, maka penderita tuli konduktif masih bisa berkomunikasi dengan cara lain, misalnya menggunakan alat bantu atau mempelajari bahasa isyarat.
Cara Mencegah Gangguan Pendengaran
Untuk mengurangi risiko terjadinya tuli konduktif atau gangguan pendengaran lainnya, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:
Tidak mendengarkan televisi, radio, atau musik dengan volume yang terlalu keras.
Menggunakan pelindung telinga seperti headphone, ear muffs, atau ear plug untuk memblokir suara yang terlalu keras ketika bekerja atau saat berada di tempat yang bising.
Tidak memasukkan jari atau benda-benda seperti cotton buds, kapas, kain, dan tisu ke dalam telinga.
Lakukan pemeriksaan pendengaran rutin setidaknya satu atau dua tahun sekali, terutama jika Anda seorang musisi atau bekerja di lingkungan yang bising.
Karena fungsi pendengaran begitu penting, maka jagalah kesehatan telinga dan organ pendengaran Anda agar tercegah dari tuli konduktif atau pun gangguan pendengaran lainnya.
Bila Anda merasa kemampuan mendengar berkurang karena tuli konduktif, segeralah pergi ke dokter spesialis THT untuk mendapatkan pemeriskaan dan penanganan yang tepat.[]sumber:alodokter.com




