LHOKSUKON – Para Imum Mukim dan tokoh masyarakat petani Wilayah Irigasi Pase Kanan akan mengadakan pertemuan lintas masyarakat petani, di Bendung Krueng Pase, Gampong Maddi, Kecamatan Nibong, Aceh Utara, Selasa, 13 September 2022, besok. Pj. Bupati Aceh Utara diundang untuk menghadiri pertemuan membahas nasib petani sembilan kecamatan yang selama ini sangat bergantung pada aliran Sungai (Krueng) Pase itu.
Undangan tersebut disampaikan para Imum Mukim dan tokoh petani mewakili para petani dari Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, dan Nibong, dalam suratnya kepada Pj. Bupati Aceh Utara, tanggal 5 September 2022, perihal mohon dukungan.
Dalam surat tersebut, para Imum Mukim dan tokoh masyarakat petani Wilayah Irigasi Pase Kanan menyampaikan pemberitahuan kepada Pj. Bupati tentang kondisi kekinian petani di sembilan kecamatan yang musim tanamnya sangat tergantung dari aliran Krueng Pase.
“Tentunya kita sudah sama-sama paham kondisi tanggul Krueng Pase rusak dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan oleh pihak rekanan yang memenangkan tender pekerjaan tersebut,” bunyi surat itu.
Para Imum Mukim dan tokoh petani itu juga menyampaikan kepada Pj. Bupati Aceh Utara bahwa pihaknya dari perwakilan sembilan kecamatan sudah berulang kali duduk membahas nasib petani dengan rekanan yang berjanji akan merekayasa aliran sungai untuk sementara agar petani tetap bisa menanam padi.
“Namun, janji mereka tinggal janji sehingga petani sudah tiga musim tanam tidak turun ke sawah. Kami juga sudah coba komunikasikan hal ini dengan berbagai pihak, namun hasilnya hingga hari ini tidak ada air sebagaimana yang dijanjikan rekanan”.
Menurut para Imum Mukim dan tokoh petani itu, pekerjaan tanggul itu sesuai kontrak harus selesai pada Desember 2022. Namun, dengan kondisi progres saat ini, mereka memperkirakan pekerjaan tidak akan selesai pada Desember 2022.
Oleh karena itu, para Imum Mukim dan tokoh masyarakat petani Wilayah Irigasi Pase Kanan mewakili para petani dari Kecamatan Matangkuli, Tanah Luas, dan Nibong, berinisiatif melakukan hal apapun agar petani bisa menggunakan sawahnya.
“Salah satu langkah adalah memohon kepada Bapak Bupati Aceh Utara sudi kiranya dapat memenuhi undangan kami acara pertemuan lintas masyarakat petani yang terimbas Krueng Pase,” bunyi surat tersebut.
Baca juga: Anggota DPR RI Ruslan M. Daud Minta Kontraktor Proyek Bendung Krueng Pase Bekerja Maksimal.[](red)





