“Hasil komunikasi yang telah kami lakukan, sudah ada yang berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa penghafal Alquran serta berbagai prestasi lainnya, mahasiswa yang kemampuan ekonomi orang tuanya miskin dan anak yatim, yang akan melanjutkan pendidikan di UNIKI. Selain itu, kami juga akan memperjuangkan bagi anak yang menjadi korban ketika konflik Aceh dengan program mulia tersebut. Ini menjadi prioritas bagi kami untuk memberdayakan mereka yang secara ekonomi terbatas, namun secara akademik unggul agar dapat bangkit dan merdeka dalam menggapai cita-citanya ke depan,” tutur Prof. Apridar.

Mereka dapat memilih kuliah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis; tersedia Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi. Fakultas Komputer; Prodi S1 Informatika, D3 Manajemen Informasi dan D3 Teknik Komputer. Fakultas Hukum Syariah; Program Studi Ilmu Hukum dan D3 Paralegal (Administrasi Peradilan). Fakultas Teknik; Program Studi S1 Teknik Sipil dan S1 Teknik Mesin. Fakultas Pertanian dan Peternakan; Program Studi S1 Pertanian dan S1 Peternakan serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan; Program Studi S1 Pendidikan Jasmani Olahraga.

“Berbagai program studi menarik yang kami tawarkan akan melatih mereka untuk mempersiapkan masa depannya yang gemilang. Dengan adanya tambahan pendidikan agama yang mumpuni diharapkan mereka akan menjadi pribadi yang paripurna sebagai pemimpin masa depan yang lebih baik. Para hafiz (penghafal Alquran) yang ada di UNIKI akan coba kami angkat dan berikan prioritas khusus agar mereka mampu berbuat banyak bagi bangsa dan negara,” ujar Prof. Apridar.

UNIKI juga akan memperkuat diri melalui kerja sama dengan berbagai dayah/pesantren terkemuka di Aceh agar para lulusan nantinya memiliki nilai tambah terhadap kesarjanaan yang diraihnya. “Berbagai dayah terkemuka akan kami jadikan mitra dalam mendidik putra putri terbaik bangsa yang bergabung pada Universitas Islam Kebangsaan Indonesia,” katanya.