Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaOpiniVaksinasi Covid-19 dan...

Vaksinasi Covid-19 dan Era Baru Ekonomi Rakyat Aceh

Ilustrasi pergerakan harga saham. @shutterstock

Oleh: Moehib Aifa*

Corona Menguburkan Impian Para Pelaku Usaha

Semenjak merebaknya virus covid 19 yang berasal dari kota Wuhan tersebut, telah membuat berbagai sendi kehidupan kian terpuruk, saat itu vaksin belum ditemukan. Kita telah dihadapkan pada kebiasaan baru yang bertentangan dengan hati nurani dan moril kita. Ada beberapa hal yang sangat terasa perbedaannya, di antaranya adalah saat bersilaturrahim dengan saudara, jiran, dan sahabat, kita mesti menerapkan jaga jarak. Terkadang bersalaman pun sudah punya gaya baru sekarang.

Kebiasaan dalam penerapan protokol kesehatan selama pandemi telah membuat hubungan silaturrahmi merenggang. Lebih parah lagi dalam pelaksanaan shalat berjama’ah di beberapa tempat masjid di Aceh, juga mengalami perubahan menyesuaikan dengan sikap jaga jarak. Sehingga saat shalat berjama’ah juga telah memaksa kita untuk merenggangkan barisan saf jamaah.

Di sisi lain, virus yang diyakini mematikan tersebut, juga telah menenggelamkan impian para pelaku ekonomi untuk mengembangkan usahanya. Seperti para penggiat kuliner yang telah memangkas tenaga kerjanya, akibat kurangnya income, bahkan ada juga yang terpaksa gulung tikar usahanya karena minimnya pembeli.

Keadaan tersebut telah membuat pemerintah mencoba mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Di mana baru-baru ini pemerintah mulai menyurakan akan dilakukannya vaksinasi, barangkali ini akan menjadi solusi terbaik, di tengah rumitnya persoalan ekonomi yang muncul akan keberadaan virus covid 19.

Vaksinasi Barangkali Menjadi Ikhtiar Terbaik

Untuk mengatasi penyebaran virus corona, beberapa negara mulai berlomba-lomba dalam membuat penangkal virus tersebut. Namun dari beberapa negara, hanya dua negara yang sangat menarik perhatian dunia yaitu Rusia yang membuat vaksin Sputnik-V. Kemudaian yang kedua negara China juga telah memproduksi anti virus yang dikenal dengan nama sinovac.

Untuk Indonesia sendiri telah melakukan kerjasama dengan China, atau tepatnya negara kita menggunakan vaksin sinovac untuk menangkal virus corona. Sebagaimana tanyangan pada beberapa stasiun televisi, tanggal 13 Januari 2021 orang nomor satu di Indonesia telah melakukan vaksinasi, turut serta di dalamnya panglima TNI, Polri, dan beberapa petinggi negara lainnya, termasuk artis papan atas Raffi Ahmad.

Kemudian tanpa menunggu waktu lama, hanya berselang dua hari tepatnya pada tanggal 15 Januari 2021 giliran kepala daerah yang melakukan vaksinasi. Tanpa kecuali gubernur Aceh yaitu Ir. Nova Iriansyah, MT, juga sudah melakukan vaksinasi, bersama dengan tokoh masyarakat lainnya. Selanjutnya hanya menungu jadwal untuk divaksin bagi para petugas kesehatan dan masyarakat luas.

Namun yang jadi pertanyaannya sekarang, bagaimana tingkat keamanan dan kehalalan vaksin tersebut? Sejauh ini memang masih banyak yang meragukan ditambah lagi dengan berita hoaks yang terus disuarakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Akan tetapi, melihat kesedian dari presiden kita dan perangkat daerah lainnya serta tokoh masyarakat yang telah divaksin. Sepertinya mulai ada titik cerah untuk pelaksanaan vaksin tersebut. Kita akan terus melihat perkembangannya, apabila dalam beberapa pekan ke depan tidak menimbulkan efek yang berarti bagi yang sudah menjalani vaksin. Ditambah lagi dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menyatakan bahwa vaksin untuk virus tersebut halal.

Merujuk pada perkembangan diatas, maka sepertinya ini akan menjadi jalan ikhtiar terbaik bagi kita, untuk mengusir virus mematikan tersebut. Agar kita bisa kembali pada era new normal sebagaimana biasanya.

Laju Ekonomi Setelah Vaksin

Apabila program vaksinasi yang diyakini sebagai langkah protektif, berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti, maka tentunya akan menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha.

Disinyalir akan membuat para pelaku ekonomi kembali bergairah memasarkan produknya. Pertumbuhan ekonomi akan kembali menggeliat, dengan terjadi perputaran ekonomi terutama dari para pelaku usaha kuliner dan pariwisata.

Orang-orang akan melakukan aktifitas kembali tanpa dibayang-bayangi oleh virus asal negeri tirai bambu tersebut. Namun jika vaksinasi tidak berhasil, seperti akan munculnya efek yang dapat mengkibat resiko besar hingga kematian, maka ini akan memicu masalah baru (big problem).

Akan mengakibatkan hilangnya kepercayaan rakyat terhadap kebijakan tersebut, pada awalnya berharap masalah teratasi. Akan tetapi, malah akan memuncul persoalan baru lagi. Semoga kekhawatiran ini tidak terjadi, kita berharap yang terbaik untuk menyelesaikan masalah penyebaran virus corona. Agar terpacainya peningkatan ekonomi yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan khususnya rakyat Aceh.

Perlunya Dukungan dari Pemerintah

Barangkali berdagang merupakan profesi terbesar kedua setelah petani, bagi sebagian besar masyarakat Aceh. Maka sudah sepatutnya pihak eksekutif dari level pusat hingga kecamatan, bisa memberi perhatian lebih kepada mereka. Untuk menyediakan bantuan yang berupa modal usaha maupun kebijakan dan aturan yang memihak pada pedagang.

Penulis rasa sudah saatnya kita menuju pada era kebangkitan ekonomi setelah berhasilnya program vaksinasi covid-19. Pemerintah nantinya tidak perlu lagi memusatkan anggaran pada kebutuhan penanganan corona. Mungkin telah mencapai milyaran atau bahkan triliyunan Rupiah dihabiskan dalam rangka penanganan virus tersebut.

Kita berharap setelah masalah corona teratasi kucuran dana dapat dialihkan untuk kepentingan pengembangan usaha para pedagang dan pelaku ekonomi lainnya. Masyarakat harus didukung, agar bangkit kembali, jika tidak akan terjadi masalah lain, seperti kriminal, perampokan dan lain-lain, akibat keterpurukan ekonomi.

Inovasi untuk Sektor Usaha Wisata

Sektor wisata juga menjadi imbas dengan keberadaan virus tersebut, banyak turis domestik dan manca negara yang batal melakukan kunjungan ke tempat wisata karena takut akan terpaparnya virus corona.

Padahal, sebagaimana kita ketahui, daerah Aceh memiliki begitu banyak potensi wisata, orang-orang menyebutnya ada syurga yang tersembunyi dari ujung pulau Sumatera.

Sebut saja seperti keberadaan puncak Lamreh di Aceh besar, keindahan Sabang, Lampuuk, Lhoknga, belum lagi kita berbicara tentang puncak gunung Geurute yang saat eksotik dengan panorama gugus pulau kecil yang bisa dinikmati dari puncak gunung Geurute, Aceh Jaya.

Sudah saatnya pemerintah memusatkan perhatiannya untuk sektor wisata, setelah kembalinya era new normal. Banyak masyarakat setempat yang menggantungkan pendapatan pada sektor wisata tersebut. Jangan dibiarkan semua berjalan dan dikelola secara manual dan alami.

Akan tetapi, butuh sentuhan tangan-tangan kreatif dan bantuan modal untuk mengubah objek wisata tersebut mejadi lebih indah untuk dinikmati. Kreatifitas dan inovasi akan lebih baik jika bisa diterapkan bersama para pemangku kebijakan.

Hanya dengan kebersamaan dari semua lini kepentingan dan pemangku kebijkan, yang akan dapat menggulirkan sebuah regulasi yang akan memajukan wisata, di mana nantinya akan mengundang wisatawan, baik manca negara maupun domestik. Dengan kehadiran mereka kembali akan menjaring pundi-pundi Rupiah bagi masyarakat di sekitarnya.

Akan terserap banyak tenaga kerja nantinya, para pedagang pun akan mudah memasarkan produknya. Akhirnya penulis punya harapan besar agar virus corona ini segera berakhir, kita semua sudah lelah dengan keadaan ini. Jangan biarkan para pelalu usaha berjuang sendiri. Pemerintah harus ikut andil dalam mensejahterakan mereka, agar roda perokonomian segera bangkit di bumi Serambi Mekkah ini. Amin.[]

*Perawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh dan penggiat sosial. Berasal dari Paya Bakong, Aceh Utara, saat ini menetap di Banda Aceh.   

Baca Juga: http://portalsatu.com/opini/2021/01/jantung-hati-yang-terkoyak/

Baca Juga: https://thayeblohangen.wordpress.com/

Baca juga: