BLANGKEJEREN – Sebagian warga Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues mengaku selama ini seperti hidup di bawah lampu terongkeng (petromaks), sehingga kawasan itu “tidak terang”.

Pernyataan itu disampaikan salah satu tokoh yang juga mantan Kepala Desa Rerebe Sedang di hadapan seratusan warga setempat, seperti dalam video yang kini viral di Gayo Lues. Video berdurasi 6:54 yang diposting akun Facebook Relawan Muda Suhaidi lima hari lalu itu sudah ditonton 5,2 ribu kali hingga Sabtu, 5 Oktober 2024.

Dalam video itu, tampak hadir tim pemenangan Suhaidi-Maliki dari timses pusat Gayo Lues. Di isitulah salah satu tokoh setempat berpidato di depan banyak orang.

Selain membahas nasib Tripe Jaya di bawah lampu petromaks yang tak kunjung terang, tokoh tersebut juga membandingkan Kabupaten Gayo Lues di bawah pemimpin yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil (birokrat) dan dari politisi.

“Kita sudah sama-sama merasakan Gayo Lues di bawah pemimpin dari pegawai yaitu Bapak H. Ibnu Hasim, dan kita juga sudah mencoba pemimpin dari politisi. Tentu bisa kita rasakan bagaimana perbedaannya,” katanya.

Bahkan janji manis calon pemimpin saat Pilkada yang berasal dari politisi disebut kerap tidak ditunaikan ketika sudah duduk menjadi Bupati Gayo Lues, meskipun perjanjiannya dalam keadaan tertulis.

Warga Kecamatan Tripe Jaya itu juga mengaku akan mendukung pasangan Suhaidi-Maliki nomor urut 2, karena berasal dari pegawai (birokrat), dengan harapan Gayo Lues di masa yang akan datang lebih baik lagi.[]