BANDA ACEH – Massa lintas organisasi yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Syariat Islam menggelar aksi penolakan adanya LGBT di Aceh di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat, 2 Januari 2018.
Peserta aksi yang saling bergantian berorasi dengan tegas menolak kehadiran para penyimpang agama dan seksual tersebut.
“Ini negeri rencong, bukan negeri bencong. Para aktivis LGBT, jangan ajarkan kami mengenai HAM karena kami Aceh lebih mengerti mengenai manusia dari pada kalian,” kata salah seorang peserta aksi.
Pernyataan demonstran ini merujuk pada indikasi komunitas waria yang sarat dengan seks menyimpang. Seperti halnya pengakuan, SM, salah satu waria yang mengaku dibayar untuk melakukan hubungan sesama jenis karena dibayar.
Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Surianata atau dikenal Untung Sangaji juga menyebutkan banci merupakan salah satu cara untuk melemahkan sebuah negara selain narkoba. Di sisi lain, penolakan terhadap keberadaan kaum LGBT ini juga disampaikan oleh beberapa warga Aceh, baik mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis budaya dan sejarah, serta warga sipil lainnya.[]
Laporan: Tim portalsatu.com/


