SIGLI – Wakil Bupati Kabupaten Pidie M. Iriawan, meminta semua kalangan untuk bersama-sama menjaga lingkungannya dari bahaya paham radikal dan terorisme. Karena, Aceh menurutnya merupakan kawasan strategis untuk penyebaran ajaran-ajaran tertentu yang tidak sesuai dengan adat istiadat masyarakat Aceh.

“Biasanya kelompok-kelompok yang menyebarkan ajaran radikal itu mengatasnamakan Islam. Ini perlu diwaspadai, bisa dimulai dari rumah dan lingkungan sendiri dengan ajaran-ajaran Islam yang benar,” kata Iriawan saat membuka dialog “Optimalisasi Peran Da'i Dalam Menanggalkan Paham Radikal dan Terorisme di Aceh” di SMK 2 Pidie, Kamis, 14 April 2016.

Disebutkan pihak-pihak radikal di Indonesia, khususnya Aceh, kini punya kemampuan mengumpulkan dan melakukan propaganda.

“Indikasi kemampuan mereka itu bisa dilihat dari banyaknya situs internet yang memuat hasutan,” katanya.

Untuk itu, pendekatan dengan masyarakat perlu dilakukan sejak dini, dan para ahli agama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Pidie perlu mewaspadai bahaya radikal ini.

“Dalam hal ini peran media sangat penting untuk menjadikan masyarakat memahami pengaruh rdikal tersebut,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber pada acara ini Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris Drs. Brigjen Pol. H. Herwan Chaidir, Guru Besar UIN Jakarat Prof. Syahrin Harahap, dari Kajian Da'wah The Nusa Institute Mas'ud Halimi, Prof Yusni Sabi, serta Drs Mukhtar Ahmad.[](ihn)