SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E membuka secara resmi penerimaan beasiswa program Diploma Aceh Carong bagi masyarakat miskin dan korban konflik berlangsung di Aula LPSE, Kompleks Perkantoran Pemerintahan Kota Subulussalam, Selasa, 19 Juli 2022.
Setelah dibuka Wali Kota Affan Alfian, puluhan calon penerima beasiswa program diploma Aceh Carong asal Kota Subulussalam mengikuti ujian tulis dilanjutkan tes wawancara. Selanjutnya nanti akan dilakukan verifikasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Aceh.
Dalam amanatnya, Affan Alfian berpesan kepada peserta dari tamatan SMA sederajat mengikuti seleksi program beasiswa Aceh Carong dengan serius, tidak menyia-nyiakan kesempatan kuota yang diberikan pemerintah Aceh kepada masyarakat Kota Subulussalam.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, nanti setelah ujian ini, ada tahapan berikutnya tes wawancara dan survei dari panitia,” kata Affan Alfian.
Kepala Bagian Keistimewaan Aceh dan Kesra Setdako Subulussalam, Nani Marlina Harahap, S.E menjelaskan jumlah peserta yang mendaftar program beasiswa Aceh Carong berjumlah 31 orang. Setelah seleksi berkas oleh BPSDM Aceh, semua pelamar dinyatakan lulus berkas administrasi.
“Jumlah peserta yang mendaftar itu 31 orang, hasil seleksi berkas, alhamdulillag 31 juga lulus administrasi. Tapi yang mengikuti ujian hari ini hanya 24 orang, 7 orang tidak hadir, dinyatakan gugur,” kata Nani Marlina.
Lebih jauh Nani Marlina menjelaskan dalam program Diploma Aceh Carong, pemerintah Aceh memberikan kuota untuk Kota Subulussalam sebanyak enam orang untuk mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah provinsi yang bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi negeri yang tersebar di Indonesia.
Dalam ujian ini, kata Nani Marlina peserta diberikan kebebasan memilih tiga jurusan dan tiga kampus sesuai bidang study yang ingin diambil di sejumlah perguruan tinggi yang bekerja sama dengan pemerintah Aceh dalam program beasiswa Diploma Aceh Carong.
Adapun delapan perguruan tinggi tersebut yakni Politeknik Kesehatan Aceh, Politeknik Lhokseumawe, Politeknik Aceh, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh, Politiknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Bayuwangi dan Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven).[]





