LHOKSEUMAWE – Warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, meminta PT KAI agar pembangunan rel kereta api direlokasikan ke tempat lain yang jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari kecelakaan bagi masyarakat sekitar.

Penelusuran portalsatu.com/ di laman resmi LPSE Kementerian Perhubungan, paket Lanjutan Pembangunan Jalur KA Segmen Krueng Geukueh – Paloh Lhokseumawe Sepanjang 8 Km (KGP-1) bersumber dari APBN TA 2021-2022 senilai Rp.87.030.000.000, di bawah Satuan Kerja Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatra Bagian Utara.

"Sebenarnya kita mendukung terhadap pembangunan jalur kereta api untuk kemajuan daerah. Tetapi alangkah baiknya pihak terkait untuk merelokasikan ke tempat lain yang lebih aman atau jauh dari pemukiman warga. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya di Krueng Geukueh (Aceh Utara). Lokasi yang dibangun ini merupakan kawasan padat penduduk," kata Ridwan ZA, warga Gampong Blang Naleung Mameh, kepada wartawan, Senin, 27 Juni 2022.

Ridwan menyebut jalur kereta api itu persis di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, sehingga akan sulit bagi warga setempat mengakses jalan karena terhalang rel kereta api. Warga menyarankan sebaiknya dilakukan pelebaran jalan meskipun tanah lokasi jalur rel itu milik PT KAI.

“Bagaimana caranya pemerintah mencari solusi terbaik agar memberikan rasa kenyamanan untuk masyarakat. Artinya, kita bukan menolak pembangunan jalur rel kereta api di kawasan Blang Naleung Mameh, tetapi pemerintah perlu mengkaji kembali lokasi yang tepat. Inikan lokasi padat penduduk, maka dikhawatirkan terjadi kecelakaan, karena sangat berdekatan dengan rumah warga, terlebih banyak anak-anak," ujar Ridwan.

Selain itu, lanjut Ridwan, akses keluar masuk bagi masyarakat akan terganggu atau terhambat, dikarenakan jalur yang menghubungkan langsung ke jalan nasional nantinya bisa tertutup jalur rel. “Meskipun ada jalur alternatif lain yang dibuat, tapi yang jelas tidak akan maksimal lagi bagi warga dalam mengakses jalan khususnya di kawasan Blang Naleung Mameh,” ucapnya.

[Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A. Manaf]

Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A. Manaf, menilai untuk pembangunan jalur rel itu memang lebih baik dicarikan tempat lain, karena kurang tepat jika kereta api melintas di daerah ramai penduduk. Untuk itu, pihaknya berharap PT KAI memindahkan rel tersebut dan bisa mencari jalur alternatif lainnya seperti kawasan jalan line pipa maupun jalan elak.

“Apalagi di Kecamatan Muara Satu itukan kawasan industri atau tempat keramaian. Tujuannya adalah untuk menghindari kecelakaan seperti yang pernah terjadi di Aceh Utara (Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara). Jadi, mudah-mudahan pihak PT KAI dapat memindahkan ke kawasan yang memang layak untuk dibangun rel kereta api tersebut,” ujar Ismail.[]