BLANGKEJEREN – Warga Kabupaten Gayo Lues yang berobat ke Rumah Sakit Umum Muhammad Ali Kasim (RSU MAK) menyoroti berbagai persoalan yang terjadi selama ini, mulai dari pasien yang sedang dioperasi menggunakan senter Hp, pasien operasi tidak diberikan pakaian steril, hingga air kamar mandi kering.
Kisah memilukan itu diposting warga melalui media sosial hingga mendapat perhatian serius dari masyarakat lainnya. Bayangkan saja saat sedang berlangsung operasi terhadap pasien, listrik mati, dan mesin genset milik RSU tersebut baru hidup 30 menit kemudian.
Direktur RSU Muhammad Ali Kasim (RSU MAK), dr. Sri Agusti, M.Ked., Sp.KJ., Sabtu malam, 15 Agustus 2026, membenarkan kejadian tersebut, tetapi bukan disengaja oleh pihak rumah sakit.
“Betul, tapi hanya sebentar menunggu mesin genset hidup,” katanya menjawab portalsatu apakah benar ada pasien di RSU MAK dioperasi menggunakan penerangan senter Hp.
Ia menjelaskan, persoalan penerangan operasi menggunakan senter Hp itu tidak ada kaitannya dengan kekurangan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada mesin genset RSU MAK.
“Sekarang sudah kita beli dan dibijaki, baju operasi sudah lama jadi sudah koyak, pengadaan terakhir baju operasi habis masa Covid sekitar 5-6 tahun yang lalu dan tidak ada dalam rencana anggaran tahun-tahun ini,” katanya lagi saat disinggung masalah baju operasi yang tidak steril di RSU MAK.
Sedangkan masalah keluhan pasien dan keluarga pasien kekurangan air di RSU tersebut, Direktur RSU MAK juga tidak membantahnya. Ia mengakui bahwa selama ini rumah sakit daerah itu memang sedang kekurangan air bersih.
“Saat banjir dan tanah longsor akhir tahun 2025 yang lalu, sumber air RSU MAK dari PDAM ikut hanyut, dan sampai sekarang belum dilakukan perbaikan, jadi RS sangat kekurangan air,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan air saat ini, manajemen RSU MAK bekerja sama dengan TNI memasukan air, 3-4 jam per hari, dengan biaya Rp1.700.000 per bulan. “Tetapi waktu hidup air sering tidak sesuai mengingat kondisi air sering keruh saat musim hujan”.
“Solusi lain untuk memenuhi air di RSU MAK, kami angkut air menggunakan mobil tangki. Namun belakangan ini yang menjadi kendala, anggaran untuk membeli BBM tidak tertampung dalam anggaran,” ujarnya.
Masalah air di RSU MAK sudah dilaporkan ke Kemenkes, Dinas Perkim, hingga ke BPBD agar secepatnya diperbaiki hulu air PDAM, tetapi hingga sekarang masih belum ada kejelasan.[]





