LHOKSEUMAWE – Polisi menyerahkan tulang belulang manusia serta pakaian yang ditemukan warga dari sumur di Gampong Babah Krueng, Sawang, Aceh Utara, kepada warga Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Kamis, 1 Maret 2018 sore. Warga Tanoh Anoe tersebut yakin jika tulang manusia itu merupakan milik Mansur Ismail, anggota keluarga mereka yang hilang periode 2002 lalu.
“Tadi ada keluarga dari Tanoh Anoe datang ke kita (Polres Lhokseumawe) ingin melihat tulang yang ditemukan warga Babah Krueng. Setelah melihat pakaian, keluarga itu yakin bahwa tulang dan pakaian tersebut milik Mansur Ismail, anggota keluarga mereka yang hilang tahun 2002 lalu,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri, melalui Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha.
Budi mengatakan warga Tanoh Anoe yang membawa pulang tulang dan pakaian tersebut adalah Ruwaina Ismail, Bukhari Ismail, dan Mahyedin. Ketiganya yakin bahwa tulang belulang tersebut merupakan milik anggota keluarga mereka setelah mengidentifikasi pakaian yang diperlihatkan petugas, yaitu celana kain panjang krem dan baju kaos abu-abu berkerah hitam dengan corak garis hitam. Rasa yakin pihak keluarga diperkuat setelah melihat dompet hitam yang juga ditemukan di sumur tua tersebut.
“Setelah kita buat surat pernyataan di atas materai, ditandatangani oleh salah satu keluarga, tulang belulang serta pakaian dibawa pulang ke Tanoh Anoe,” kata Budi.
Kepada polisi, pihak keluarga mengakui Mansur Ismail sebagai anggota kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik berkecamuk di Aceh. Sebelum hilang, korban terakhir kali sempat mengabarkan kepada keluarga bahwa sedang berada bersama teman-temanya sesama kombatan di Sawang.
Seperti diketahui, warga menemukan sejumlah tulang dan pakaian dari dalam sumur tua di kebun kosong Gampong Babah Krueng, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Rabu, 28 Februari 2018. Sumur yang diduga menjadi tempat bersemayam jasad Mansur Ismail ini hanya berjarak 50 meter dari bekas pos aparat BKO di Cot Mane Linggong.[]


