Penyimpangan dalam masalah akidah dan keimanan sangat berbahaya karena seringkali tidak nampak atau sangat samar, bahkan tidak disadari oleh pelakunya. Dia seperti penyakit ganas yang baru disadari oleh si sakit ketika kondisi sudah parah.
Jika si pelaku diberi peringatan maka ada saja alasan yang dikemukakan untuk membela diri dengan menentang ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ironisnya, penyimpangan-penyimpangan akidah banyak dilakukan oleh sebagian kaum perempuan.
Dikutip dari kitab “Mukh?laf?t Taqa’u F?h? An-Nis?/ Penyimpangan Kaum Wanita”, yang ditulis Syaikh Abdullah bin ‘Abdurrahman Al-Jibrin, dijelaskan beberapa penyimpangan-penyimpangan akidah yang sadar atau tidak sadar banyak dilakukan oleh sebagian kaum perempuan saat ini.Berikut penjelasannya :
1. Suka mendatangi tukang sihir dan tukang ramal
Mereka pergi ke tukang sihir dan tukang ramal, dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit atau melepaskan sihir atau mencari pekerjaan. Padahal Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti agar tidak mendatangi mereka.
Beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu hal (maka) tidak akan diterima salatnya selama empat puluh hari.” (Diriwayatkan oleh Ahlus Sunan).
Bahkan barangsiapa yang mempercayainya maka ia telah kafir, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Barangsiapa yang mendatangi peramal lalu dia mempercayai perkataannya maka dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)
2. Perjalanan ke tempat jauh untuk ziarah kubur
Misalnya ziarah kubur dan bersengaja mengadakan perjalanan jauhhanya untuk ziarah kubur ke makam-makan ulama atau wali, atau khususnya kuburan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda: “Allah melaknat kaum wanita yang banyak berziarah kubur.” (HR. Imam Ahmad)
3. Memulai ucapan salam kepada wanita-wanita kafir dan saling berkasih sayang dengan mereka
Misalnya mengucapkan selamat pada saat ulang tahun atau tahun baru dan semacamnya. Hal ini haram untuk dilakukan karena termasuk ungkapan simpati kepada musuh-musuh Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian memulai ucapan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani.”(HR. Muslim)
4. Bodoh atau tidak tahu tentang urusan agama dan enggan mempelajari ilmu syariat khususnya yang berhubungan dengan hukum-hukum kewanitaan
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap orang Islam.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani)
5. Menangisi dan meratapi orang yang meninggal dengan berlebihan
Misalnya mereka menangis dengan berteriak-teriak atau meraung-meraung, memukul-mukul wajah dan merobek pakaian ketika ada yang meninggal dunia. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah termasuk dari (golongan) kami orang yang memukul pipinya, merobek satu (pakaian)nya dan meneriakkan teriakan-teriakan jahiliyah.” (Muttafaq ‘alaih).
Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: “Wanita yang meratap, apabila dia tidak bertaubat sebelum meninggal, (maka) pada hari Kiamat dia akan dibangkitkan dan dipakaikan pakaian dari cairan tembaga serta mantel dari penyakit kudis.” (HR. Muslim)
6. Pergi ke negara-negara kafir tanpa ada kepentingan
Para ulama telah mengeluarkan fatwa bahwa mengadakan lawatan atau pergi ke negara-negara kafir tidak boleh kecuali dengan alasan yang dapat diterima secara sara (agama). Berekreasi dan melancong tidaklah termasuk alasan yang dapat diterima. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku berlepas diri dari setiap orang muslim yang bermukim di antara orang-orang musyrik.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
7. Meminta dengan paksa agar suami menggunakan pembantu atau baby sitter non muslim
Ironinya, ada sebagian kaum wanita yang telah mempersyaratkan hal tersebut ketika akan akad nikah. Kemudian para pembantu dan baby sitter tersebut mendapat tugas untuk mengasuh dan mendidik anak-anak mereka. Tindakan semacam itu tentu akan berakibat buruk terhadap akidah dan moral anak-anak dan hal itu tidak samar lagi bagi orang yang mau berfikir.
8. Mengejek dan menghina orang-orang muslim atau muslimah, khususnya kaum muslimah yang konsisten terhadap ajaran agama
Dia lupa bahwa dengan hal tersebut, dia melakukan sesuatu yang dapat membatalkan keislamannya. Dia dianggap keluar (murtad) dari Islam bila dia mengejek kaum wanita muslimah karena konsisten dengan ajaran-ajaran agama yang di antaranya adalah hijab/jilbab.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah: 65-66)
9. Tidak sabar ketika ditimpa denga musibah, sehingga dia berdo’a lebih baik mati saja
Padahal Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Janganlah seorang dari kalian mengharapkan kematian (hanya) karena musibah yang menimpanya. Kalau dia memang harus berharap (berdo’a) hendaklah dia mengatakan: ‘Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu lebih baik untukku dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik untukku’.” (Muttafaq ‘alaih)
Muslimah, semoga kita terhindar dan menjauhkan diri dari penyimpangan-penyimpangan akidah seperti itu. Kita hendaknya selalu meminta perlindungan Allah Ta'ala agar dijauhkan dari hal-hal yang membinasakan tersebut.
Wallahu A'lam.[]sumber:sindonews.com







