IDI RAYEK – Sayuti alias Grandong, 23 tahun, kini harus mendekam di balik jeruji besi. Dia ditetapkan sebagai tersangka atas pembunuhan Fatimah, 65 tahun, warga Gampong Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sayuti berhasil diringkus petugas setelah 30 jam kematian Nek Fatimah. Dia dibekuk di kawasan Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 2 April 2016. 

Sebenarnya motif apa yang menyebabkan pemuda ini tega menghabisi nyawa Nek Fatimah? Simak wawancara Maulana Amri, wartawan portalsatu.com, dengan tersangka Sayuti di Aula Wira Satya Mapolres Aceh Timur, Minggu, 3 April 2016 siang:

Bagaimana kronologi kejadian yang sebenarnya hingga Anda memperlakukan korban sampai meninggal dunia?

Sebelumnya saya masuk ke rumah Nek Fatimah pada pukul 21:00 WIB, Kamis, 31 Maret 2016 lewat pintu belakang atau pintu dapur. Pada saat saya masuk korban sedang berdiri di ruang tengah rumah. Pada saat melihat saya, dia mau berteriak. Dari situlah saya langsung mencekik lehernya, karena saya merasa takut jika terdengar oleh masyarakat. Setelah mencekik saya ikat lehernya dengan tali. Selama lebih kurang empat menit, saya lihat dia sudah meninggal, setelah itu baru saya ambil cincin dan anting milik korban.

Dengan siapa Anda melakukan aksi tersebut?

Cuma sendiri bang, tidak kawan lain. Memang benar-benar saya cuma sendiri melakukan ini.

Selama ini apakah Anda mempunyai masalah pribadi dengan si korban atau ada hal lainnya?

Dia punya utang sama saya lebih kurang dua juta rupiah. Saya merasa kesal tidak mau dibayar sehingga saya merasa dendam dengan dia, karena selama ini tidak ada uang seperakpun.

Kapan si korban berutang uang itu dengan Anda?

Dia utang sama saya pada tahun 2013.

Selain masalah utang Alasan anda lainnya apa sehingga berani masuk ke rumahnya?

Memang niat saya pertamanya ingin mencuri. Tidak ada maksud untuk membunuh dia, tetapi karena saya ketakutan sudah diteriaki maling, makanya saya bunuh dia. Pertama saya sudah bilang jangan ribut sama korban, saya akan keluar dari rumah, tapi dia gak mau dengar.

Kenapa niat Anda ingin mencuri?

Karena saya tidak punya uang seperakpun bang.

Setelah Anda membunuh korban, apakah Anda ada melakukan tindakan lain terhadap korban?

Gak ada saya lakukan apa-apa lagi, saya biarkan dia disitu.

Setelah Anda membunuh korban, Anda lari ke Medan. Nah di sana Anda ke tempat siapa?

Ketempat kost kawan bang.

Kawannya itu cewek atau cowok?

Cewek bang.

Siapa yang menamakan Anda sebagai Gandrong?

Itu nama waktu konflik dulu bang, yang kasih nama itu, untuk saya, tentara waktu itu bang. Waktu konflik saya dididik sama tentara karena kehidupan saya sangat susah tidak ada yang perhatikan.

Sebelumnya apakah Anda pernah melakukan kriminal seperti ini?

Tidak! Seumur hidup, ini baru sekali saya membunuh. Saya bekerja sehari-hari jualan martabak di Kedai Karona, jadi saya tidak pernah membunuh orang.

Bagaimana perasaan Anda setelah membunuh orang yang tidak bersalah sehingga meninggal dunia?

Saya sangat menyesal bang atas perbuatan ini. Benar-benar saya sangat menyesal.[](bna)