Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita PidieZakat Guru SMA/SMK...

Zakat Guru SMA/SMK Aceh 2022 Masih Mengendap, Ini Alasan Baitul Mal Pidie

SIGLI – Baitul Mal Kabupaten Pidie belum menyalurkan zakat dari guru SMA/SMK sederajat di Aceh tahun 2022 senilai Rp953.312.900. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan mustahik anak yatim mengingat tahun ajaran baru.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Pidie, Husaini, Senin, 31 Juli 2023, kepada portalsatu.com, mengaku hingga saat ini belum terealisasi bantuan zakat guru SMA/SMK se-Aceh 2022 untuk Kabupaten Pidie yang dijatahkan Rp900 juta lebih. Tertahannya penyaluran, kata Husaini, karena adanya data yang dikembalikan Baitul Mal Aceh lantaran terdapat kesalahan dan tidak lengkap.

“Benar, belum tersalurkan karena ada data yang dikirim kembali untuk diperbaiki. Saat ini sudah lengkap, tinggal kita tunggu transfer dari Baitul Mal Aceh,” ujar Husaini.

Menurut Husaini, mustahik penerima zakat, selain anak yatim, juga ada sejumlah disabiltas masing-masing diberikan Rp1 juta. Para penerima berasal dari 730 gampong dan sudah dilakukan verifikasi agar tidak ganda bantuan zakat maupun infak dari Baitul Mal.

“Penerima harus diverifikasi langsung ke lapangan agar tepat sasaran. Alhamdulillah, sudah kita kirim data ke Baitul Mal Aceh,” jelas Husaini

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan Aceh pada tahun 2022 berhasil mengumpulkan zakat dari guru SMA/SMK dan SLB se-Aceh Rp12,788 miliar. Zakat tersebut disalurkan kepada fakir miskin di 23 kabupaten/kota melalui Baitul Mal Aceh.

Untuk kebutuhan penyaluran, Baitul Mal Aceh sudah mengirimkan surat ke Baitul Mal Kabupaten/Kota guna mengirimkan data mustahik selaku penerima zakat. Bahkan surat yang ditandatangani Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad, sudah dikirimkan sejak Februari 2023. Namun sejauh ini masih ada sejumlah kabupaten/kota belum yang belum menyalurkan.

Sesuai surat, 23 kabupaten/kota sebagai penerima zakat dari guru SMA, SMK dan SLB seluruh Aceh dengan jumlah dana bervariasi.

Banda Aceh, Bireuen dan Aceh Utara, mendapatkan jatah terbanyak yakni Rp1 miliar lebih. Sedangkan Subulussalam, Simeulue dan Gayo Lues terendah, Rp190 juta lebih.

Menurut keterangan Kasubbag Penditribusian Baitul Mal Aceh, Yuwita, Kamis, 20 Juli 2023, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 18 kabupaten/kota sudah selesai penyaluran. Sementara lima lainnya hingga saat ini masih dalam proses.[](Zamahsari)

Baca juga: