LHOKSEUMAWE Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mencatat, sepanjang tahun 2015 ditemukan 115 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kota itu. Penderitanya mulai dari anak kecil sampai orang dewasa.
Lhokseumawe telah ditetapkan sebagai daerah endemis DBD. Selama tahun 2015, kami mencatat ada 115 kasus DBD di Kota Lhokseumawe. Penderitanya tidak mengenal usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, kata dr. Herliza, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Jumat, 29 Januari 2016.
Menurut Herliza, kasus DBD paling banyak ditemukan di Kecamatan Banda Sakti, disusul Muara Dua, Muara Satu dan Blang Mangat.
Herliza menambahkan, penyebab kasus DBD tersebut dari faktor lingkungan, apalagi kalau sudah memasuki musim hujan, jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti lebih mudah berkembang biak dalam air yang tergenang.
Herliza menyebut Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe rutin memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pencegahan DBD, termasuk bagaimana gejala apabila terserang penyakit disebabkan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Saya mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan gotong royong di setiap desa. Kegiatan tersebut salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, ujar Herliza.[] (idg)


