27.6 C
Banda Aceh
Senin, November 29, 2021

Aceh Hari Ini: Peristiwa Tipu Aceh Gegerkan Belanda

Pada 29 Maret 1896, Teuku Umar dan pengikutnya kembali memperkuat barisan perjuangan rakyat Aceh. Ia membawa lari semua senjata, amunis dan dana yang diberikan Belanda kepadanya.

Orang-orang yang sebelumnya mencaci Teuku Umar karena menyerah kepada Belanda, balik memujinya karena mampu membawa lari ratusan pucuk senjata Belanda dan puluhan ribu butir pelurunya. Menyerah pura-pura Teuku Umar kepada Belanda itu dikenal sepanjang masa sebagai “Tipu Aceh” paling fenomenal sepanjang zaman.

Membelotnya Teuku Umar itu membuat geger Belanda. Komisaris Pemerintah Belanda di Aceh, Letnan Jenderal Vetter sangat terpukul dengan peristiwa itu, hingga kemudian mengeluarkan maklumat perang terhadap Teuku Umar. Maklumat itu berbunyi:

…menyatakan perang kepada Teuku Umar, bukan kepada Aceh; serta mencabut kepangkatan yang telah diberikan kepada Teuku Umar sebagai Panglima Perang Besar; serta pencabutan gelar kebesaran “Johan Pahlawan”. Memberhentikan Teuku Umar sebagai Uleebalang Leupeung dan menuntut pengembalian senjata-senjata Belanda dan peluru-peluru yang telah diberikannya.”

Baca Juga: Pasukan Aceh Dikirim ke Perang Front Medan Area.

Akibat peristiwa itu, rumah kediaman Teuku Umar yang dibangun Belanda di Lampisang dibakar dan diledakkan oleh Belanda. Gubernur Militer Hindia Belanda di Aceh, Jenderal Deijckerhoff dipecat dari jabatannya dan digantikan oleh Jendral Van Heutsz.

Kejadian itu menjadi pukulan telak bagi Belanda. Teuku Umar pun menjadi target nomor wahid untuk dibunuh. Pasukan marsose yang sebelumnya ditempatkan pada benteng-benteng terpusat pun dikerahkan ke rimba-rimba Aceh untuk mencari gerilyawan Teuku Umar. Karena itu pula marsose kemudian menjadi sangat beringas dan liar. Bukan hanya para gerilyawan Aceh yang menjadi sasaran, masyarakat biasa pun kerap menjadi korban karena menolak memberitahu keberadaan Teuku Umar.

Keberingasan Belanda itu dipicu karena Belanda pernah sangat percaya pada Teuku Umar. Malah kepadanya pemerintah kolonial tersebut memberi gelar Johan Pahlawan dalam suatu upacara resmi di Kutaraja pada 30 September 1893.

Bukan itu saja, Belanda juga melengkapi pasukan Teuku Umar dengan senjata lengkap dengan peluru serta beberapa fasilitas kepada Teuku Umar diantaranya 380 senapan kokang moderen, 800 senapan jenis lama, 250.000 butir peluru, 500 kilogram mesiu, 120.000 sumbu mesiu, dan lima ton timah untuk mengisi sendiri persediaan mesiu. Ia juga diberikan candu dan uang sebanyak 18.000 ringgit Spanyol.

Perang terus berkecamuk, pasukan marsose di bawah pimpinan Jendral van Huetz didatangkan langsung dari Batavia untuk menyerang kelompok Teuku Umar. Kepada Van Huetz Gubernur Militer Hindia Belanda memerintahkan untuk menangkap Teuku Umar hidup atau mati.

Baca Juga: Belanda Memproklamirkan Perang Terhadap Aceh.

Pada tahun 1899, Belanda melalui seorang cuak (mata-mata) berhasil mengetahui keberadaan Teuku Umar dan pasukannya. Ia pun dihadang saat pulang dari Pidie menuju Meulaboh, Aceh Barat melalui pegunungan. Pasukan Belanda yang sudah siaga pun menembaknya dalam perang terbuka ketika kelompok Teuku Umar sampai pada sebuah pantai. Dua peluru bersarang di tubuh Teuku Umar.

Pahlawan nasional kelahiran 1854 itu pun roboh. Ia segera dibawa lari oleh Pang Laot, salah seorang panglima perang dalam kelompok gerilyawan Teuku Umar. Dalam keadaan kritis Teuku Umar berkata kepada Pang Laot dan pasukannya. “Beungoh singoh geutanyoe tajep kupi bak keude Meulaboh atawa ulon akan syahid—besok pagi kita minum kopi di Kedai Meulaboh atau saya akan syahid.”

Ternyata janji minum kopi bareng itu tidak terwujud, Teuku Umar tewas. Meski sudah meninggal, jenazah Teuku Umar disembunyikan oleh pasukannya. Mula-mula dibawa ke daerah Calang, kemudian ke Batu Putih hingga ke daerah Arongan. Baru setelah Belanda tidak lagi mengejar, jenazah Teuku Umar dimakamkan di Desa Meugoe Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Festival Budaya Rapai Pase: Grup Peurupok, Geulumpang Tujoh, dan Reuleng Manyang Juara

LHOKSUKON - Grup Rapai Peurupok, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, meraih juara I pada...

PAG Bantu Sembako Untuk Warga Usai Vaksin

LHOKSEUMAWE – PT Perta Arun Gas (PAG) membantu paket sembako 232 sak beras kepada...

Maulid Nabi Jalin Silaturahmi Masyarakat Aceh di Perantauan

JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sebuah tradisi dalam menjalin silaturahmi masyarakat...

Wali Nanggroe: Peringatan Maulid Harus Menjadi Sarana Memperkuat Kebersamaan

  BANDA ACEH– Selain sebagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW...

4 DPO Menyerah, Pengungkapan Kasus Penembakan Pos Pol Panton Reu Dinyatakan Tuntas

MEULABOH – Polda Aceh menyatakan pengungkapan kasus penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh...

Peringatan Maulid Nabi Bagian dari Khasanah Kebudayaan Aceh

  BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar mengatakan,...

Pemko Subulussalam Saluran Beasiswa Rp 1,2 Miliar kepada 751 Mahasiswa

BeasiswaSUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp 1.200.000.000 kepada 751 mahasiswa...

Mahasiswa Unimal Ajari Warga Meuriya Bikin Sabun Cair

LHOKSUKON – Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong...

Pemko Lhokseumawe Diminta Tinjau Kembali Larangan Budi Daya Ikan di Waduk Pusong

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe diminta untuk meninjau kembali larangan budi daya di...

Cisah Gelar Festival Budaya Rapai Pase Dimeriahkan 12 Grup di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) menggelar Festival Budaya...

Terlibat Korupsi Rp 723.726.767, Polres Subulussalam Tahan Mantan Kades Muara Batu-Batu

  SUBULUSSALAM - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Subulussalam melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi...

Mantan Kades di Subulussalam Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

  SUBULUSSALAM - Mantan Kades Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam inisial MS ditetapkan...

AJI dan LBH Pers Desak Polda Aceh Hentikan Penyidikan Kasus Jurnalis Bahrul

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan LBH Pers mendesak Polda Aceh segera...

PT PIM Survei Kepuasan Lingkungan, Ini Tujuannya

DEWANTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melaksanakan Survei Kepuasan Lingkungan Tahun 2021 dengan...

Perpena CUP, Bintang: Bermain Sportif, Agar bisa Tampil Liga Pro Bersama Sadakata Klub

  SUBULUSSALAM - Sebanyak 27 tim berlaga dalam turnamen Futsal Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) CUP...

Mahasiswa Unimal Ajarkan Cara Membuat Akun Sosmed Penjualan Online

BANDA ACEH - Pada era digitalisasi ini para pebisnis ramai melakukan jual beli melalui...

Cut Rani Auliza, Dara Aceh Rilis Single ‘Mate Rasa’

BANDA ACEH - Sempat vakum beberapa waktu lalu, Kini Cut Rani Auliza dara asal...

Mahasiswa KKN Latih Siswa SMP Membuat PPT

BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhoksemawe sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di...

Buka Sidang Raya Majelis Tinggi, Ini Arahan Wali Nanggroe kepada Perangkat Lembaga

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar Aceh secara...

Lembaga Wali Nanggroe Aceh Gelar Sidang Raya Majelis Tinggi

BANDA ACEH – Lembaga Wali Nanggroe Aceh menggelar Sidang Raya Majelis Tinggi untuk membahas...