25.6 C
Banda Aceh
Jumat, Januari 28, 2022

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak Arief bersama para ulama dan tokoh pergerakan di Aceh melakukan show of force, memperlihatkan kekuatan rakyat Aceh untuk menekan Jepang.

Pada Jumat pagi, 14 Oktober 1945, rakyat Aceh bersama para ulama dan tokoh masyarakat, menggelar salat hajat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Teungku Muhammad Daod Beureueh (Abu Beureueh) bertindak sebagai imam.

Usai salat para ulama, pejabat, dan perwakilan tokoh masyarakat berpidato secara bergantian. Pidato pertama disampaikan oleh Residen Aceh Teuku Nyak Arief. Dalam pidatonya ia menegaskan, “Saat ini waktu yang terbaik untuk berjuang. Belanda telah berusaha untuk kembali ke sini, karena itu kita harus tetap siap dengan barisan-barisan untuk menentang mereka.”

Setelah itu tampil Abu Beureueh berpidato. Ia menegaskan, perjuangan menghadapi agresi Belanda kedua itu adalah perjuangan fi sabilillah. Belanda harus dicegah untuk masuk kembali ke Aceh. “Perjuangan yang kita hadapi sekarang ini adalah perjuangan fi sabilillah, dan pejuang yang gugur dalam perjuangan suci ini adalah mati syahid,” tegas Abu Beureueh.

Baca Juga: Habib Abdurrahman Menyerak Kepada Belanda

Kemudian berpidato juga Ketua Komite Nasional Aceh, Tuanku Mahmud. Ia mengajak dan menyerukan bagi segenap lapisan rakyat Aceh untuk bahu membahu berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.

Penegasan yang sama disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Muhammad Hasjim. Ia menegaskan bahwa aparatur dan kepolisian seluruh Aceh sudah dikuasi dan telah dibersihkan dari unsur dan anasir Jepang.

Perebutan kantor-kantor pemerintahan, jawatan dan instansi sipil dan militer Jepang telah dilakukan sejak 27 Agustus 1945. Jepang tak lagi punya kuasa di Aceh, sebelum diserahkan ke Sekutu, kekuasaanya telah lebih dulu dilucuti oleh pejuang Aceh. Hanya di Sabang pada 25 Agustus 1945 Sekutu berhasil melucuti 10.000 tentara Jepang, tapi Sekutu yang diboncengi Belanda dan Inggris tak bisa masuk ke daratan Aceh.

Setelah para pemimpin pergerakan di Aceh berpidato, rakyat Aceh bersama para ulama dan tokoh penggerak perjuangan kemerdekaan melakukan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman. Dalam khutbah Jumat juga ditegaskan dalil-dalil tentang kewajiban membela bangsa dan berperang di jalan Allah SWT untuk mempertahankan agama, bangsa, dan negara.

Baca Juga: Penyerahan Kekuasaan Jepan Atas Sumatera

Mengetahui itu Residen Jepang (Chokang) di Aceh, Syozaburo Iino mengumpulkan sisa-sisa tentara Jepang yang belum berhasil dilucuti senjatanya oleh rakyat Aceh di kawasan Blang Padang sebelah selatan Masjid Raya Baiturrahman. Tentara Jepang mengamankan para petinggi Jepang di sana dari kemungkinan penyerangan, karena insiden anti Jepang yang sudah lama berlangsung dan telah menyebabkan tidak berjalannya pemerintahan Jepang di Aceh.

Usai salat Jumat berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak Arief bersama para ulama dan tokoh pergerakan di Aceh melakukan show of force, memperlihatkan kekuatan rakyat Aceh untuk menekan Jepang.

Dari Masjid Raya Baiturrahman Teuku Nyak Arief bersama ulama dan rakyat Aceh berjalan kaki menuju gedung Atjeh Bioskop (kemudian dikenal sebagai bioskop Garuda) di sisi utara Lapangan Blang Padang, hanya sekitar 100 meter dari tempat konsentrasi tentara Jepang.

Di sana Teuku Nyak Arief kembali berpidato berapi-api di bawah ancaman tentara Jepang dengan senjata dan bayonet terhunus di sekitar gedung Atjeh Bioskop. Di gedung itu Barisan Pemuda Indonesia (BPI) menggelar rapat. Dalam rapat tersebut Teuku Nyak Arief sebagai pembicara tunggal menegaskan kembali agar setiap lapisan masyarakat Aceh tidak ketinggalan berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarawan Aceh dan pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan di Aceh, Teuku Alibasjah Talsya dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan mengungkapkan, meski di bawah ancaman tentara Jepang yang siap siaga di luar gedung Atjeh Bioskop, Teuku Nyak Arief berpidato sangat lantang dan keras, membangkitkan semangat pemuda dan rakyat Aceh untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Besok Ketua IKA USK Kukuhkan Amal Hasan Sebagai Ketua Ikafensy

BANDA ACEH – Ketua Umum Ikatan Keluarga dan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK)...

28 Nelayan Aceh Timur yang Ditahan di Thailand Tiba di Jakarta

JAKARTA - Sebanyak 28 nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Thailand sejak April...

Kunjungi Pasien Tumor Tyroid di RSUD, TP PKK Subulussalam Berikan Bantuan

SUBULUSSALAM - Ketua TP PKK Kota Subulussalam, Hj. Mariani Harahap, S.E mengunjungi pasien tumor...

PT Kencana Produksi 6 Ribu Ton Getah Pinus, Segini Penghasilan Penderes

BLANGKEJEREN - PT Kencana Hijau Bina Lestari yang beroprasi di Desa Pinang Rugub, Kecamatan...

Besok, FISIP Unimal Gelar FGD Pj Kepala Daerah, Ini Tujuannya

LHOKSEUMAWE – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (FISIP Unimal) akan menggelar...

Ini Kata Amien Rais dan Wali Nanggroe Soal Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

BANDA ACEH – Tokoh politik nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Reformasi Indonesia, Amien...

Begini Pandangan Islam Terkait Korupsi

Tindak pidana korupsi tentunya melanggar hukum negara dan agama. Di dalam ajaran Islam, perbuatan...

KONI Pusat Gelar Rakor dengan Aceh-Sumut Kejar Persiapan PON 2024

JAKARTA – KONI Pusat menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumut,...

Wali Kota Lhokseumawe ‘Rombak Kabinet’, Ini Nama-Nama Pejabat Dilantik

LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, kembali 'merombak kabinetnya'. Kali ini, sebanyak 13...

Pegawai Kejari Gayo Lues Disuntik Vaksin Moderna

BLANGKEJEREN -- Pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues mulai disuntik vaksin moderna sesuai surat...

Praktisi Hukum Asal Dewantara Minta Polres Lhokseumawe RJ-kan Perkara Pencurian di PIM

LHOKSEUMAWE - Muhammad Reza Maulana, S.H., praktisi hukum asal Dewantara, Aceh Utara, meminta pihak...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Hafiz Gayo Lues Masih Terima Gaji, Segini Besarannya/Bulan

BLANGKEJEREN – Mantan Kepala Dinas Syariat Islam Gayo Lues berinisial HS yang menjadi terdakwa...

Sembilan Realitas Kematian yang Sering Dilalaikan Manusia, Apa Saja?

Setiap manusia pasti akan mengalami kematian. Maka sebagai Muslim perlu untuk mengetahui tentang kematian...

PNL Raih Peringkat Pertama Realisasi PNBP Terbesar

BANDA ACEH -- Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil meraih peringkat pertama realisasi Pendapatan Negara...

Begini Kondisi Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Rp1,4 M, tak Tampak Plang

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...

Polres Gayo Lues Musnahkan 59,75 Kg Ganja Milik Pelajar

BLANGKEJEREN – Sebanyak 59,755 Kg ganja kering dimusnaskan di halaman Polres Gayo Lues, Selasa,...

PIM Gelar Coastal Cleaning Up di Pantai Bangka Jaya dan Danau Laut Tawar

LHOKSEUMAWE - Karyawan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar kegiatan coastal clean up atau...

Terdakwa Kasus Korupsi Uang Makan Minum Hafiz Dituntut 7,5 Tahun Penjara

BLANGKEJEREN -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues menuntut masing-masing 7,5...

Pertumbuhan Keuntungan BUMA Belum Capai Target, Berapa Pendapatan Asli Aceh Hasil Blok B 2021?

BANDA ACEH – Pertumbuhan keuntungan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) sampai tahun 2020 belum...

Proyek Lapangan Upacara Aceh Utara Tahun 2021 Dikerjakan Hingga 2022, Dananya Diblokir

LHOKSUKON – Proyek Penataan Lapangan Upacara Pusat Perkantoran Kabupaten Aceh Utara sumber dana APBK...