30.4 C
Banda Aceh
Senin, Agustus 8, 2022

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak Arief bersama para ulama dan tokoh pergerakan di Aceh melakukan show of force, memperlihatkan kekuatan rakyat Aceh untuk menekan Jepang.

Pada Jumat pagi, 14 Oktober 1945, rakyat Aceh bersama para ulama dan tokoh masyarakat, menggelar salat hajat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Teungku Muhammad Daod Beureueh (Abu Beureueh) bertindak sebagai imam.

Usai salat para ulama, pejabat, dan perwakilan tokoh masyarakat berpidato secara bergantian. Pidato pertama disampaikan oleh Residen Aceh Teuku Nyak Arief. Dalam pidatonya ia menegaskan, “Saat ini waktu yang terbaik untuk berjuang. Belanda telah berusaha untuk kembali ke sini, karena itu kita harus tetap siap dengan barisan-barisan untuk menentang mereka.”

Setelah itu tampil Abu Beureueh berpidato. Ia menegaskan, perjuangan menghadapi agresi Belanda kedua itu adalah perjuangan fi sabilillah. Belanda harus dicegah untuk masuk kembali ke Aceh. “Perjuangan yang kita hadapi sekarang ini adalah perjuangan fi sabilillah, dan pejuang yang gugur dalam perjuangan suci ini adalah mati syahid,” tegas Abu Beureueh.

Baca Juga: Habib Abdurrahman Menyerak Kepada Belanda

Kemudian berpidato juga Ketua Komite Nasional Aceh, Tuanku Mahmud. Ia mengajak dan menyerukan bagi segenap lapisan rakyat Aceh untuk bahu membahu berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.

Penegasan yang sama disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Muhammad Hasjim. Ia menegaskan bahwa aparatur dan kepolisian seluruh Aceh sudah dikuasi dan telah dibersihkan dari unsur dan anasir Jepang.

Perebutan kantor-kantor pemerintahan, jawatan dan instansi sipil dan militer Jepang telah dilakukan sejak 27 Agustus 1945. Jepang tak lagi punya kuasa di Aceh, sebelum diserahkan ke Sekutu, kekuasaanya telah lebih dulu dilucuti oleh pejuang Aceh. Hanya di Sabang pada 25 Agustus 1945 Sekutu berhasil melucuti 10.000 tentara Jepang, tapi Sekutu yang diboncengi Belanda dan Inggris tak bisa masuk ke daratan Aceh.

Setelah para pemimpin pergerakan di Aceh berpidato, rakyat Aceh bersama para ulama dan tokoh penggerak perjuangan kemerdekaan melakukan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman. Dalam khutbah Jumat juga ditegaskan dalil-dalil tentang kewajiban membela bangsa dan berperang di jalan Allah SWT untuk mempertahankan agama, bangsa, dan negara.

Baca Juga: Penyerahan Kekuasaan Jepan Atas Sumatera

Mengetahui itu Residen Jepang (Chokang) di Aceh, Syozaburo Iino mengumpulkan sisa-sisa tentara Jepang yang belum berhasil dilucuti senjatanya oleh rakyat Aceh di kawasan Blang Padang sebelah selatan Masjid Raya Baiturrahman. Tentara Jepang mengamankan para petinggi Jepang di sana dari kemungkinan penyerangan, karena insiden anti Jepang yang sudah lama berlangsung dan telah menyebabkan tidak berjalannya pemerintahan Jepang di Aceh.

Usai salat Jumat berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak Arief bersama para ulama dan tokoh pergerakan di Aceh melakukan show of force, memperlihatkan kekuatan rakyat Aceh untuk menekan Jepang.

Dari Masjid Raya Baiturrahman Teuku Nyak Arief bersama ulama dan rakyat Aceh berjalan kaki menuju gedung Atjeh Bioskop (kemudian dikenal sebagai bioskop Garuda) di sisi utara Lapangan Blang Padang, hanya sekitar 100 meter dari tempat konsentrasi tentara Jepang.

Di sana Teuku Nyak Arief kembali berpidato berapi-api di bawah ancaman tentara Jepang dengan senjata dan bayonet terhunus di sekitar gedung Atjeh Bioskop. Di gedung itu Barisan Pemuda Indonesia (BPI) menggelar rapat. Dalam rapat tersebut Teuku Nyak Arief sebagai pembicara tunggal menegaskan kembali agar setiap lapisan masyarakat Aceh tidak ketinggalan berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarawan Aceh dan pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan di Aceh, Teuku Alibasjah Talsya dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan mengungkapkan, meski di bawah ancaman tentara Jepang yang siap siaga di luar gedung Atjeh Bioskop, Teuku Nyak Arief berpidato sangat lantang dan keras, membangkitkan semangat pemuda dan rakyat Aceh untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di Aceh.[]

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA POPULER

Terbaru

Gayo Lues Gelar Festival Seni Budaya Gayo Berhadiah Rp 80 Juta, Ini Jadwalnya

BLANGKEJEREN - Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues akan menggelar Festival Seni Budaya Gayo dengan...

Rakernas Apeksi di Padang, Pj Wali Kota Lhokseumawe Usung ‘Kota Beriman dan Kreatif’

PADANG – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe Dr. Imran, MA.Cd., mengusung 'Kota Beriman dan Kreatif'...

Ini Sejumlah Langkah Presiden Joe Biden untuk Perangi Perubahan Iklim

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mengumumkan sejumlah langkah baru yang sederhana untuk memerangi perubahan...

Peringati HAN, Dinkes Aceh Sediakan Layanan Imunisasi Anak

BANDA ACEH - Dinas Kesehatan Aceh membuka gerai imunisasi bagi anak dalam peringatan Hari...

Ini Kata TA Khalid saat Bimtek Kelompok Tani Hutan Digelar BPDAS Krueng Aceh

LHOKSEUMAWE - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Krueng Aceh menggelar...

BPSDM Aceh: Tak Ada Program Beasiswa 2022, Kecuali Kerja Sama dengan Politeknik

BANDA ACEH - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, S.Pd., M.Pd.,...

HMI Pertanyakan Beasiswa Aceh 2022

BANDA ACEH - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh mempertanyakan kejelasan program...

Di Kala TNI Bantu Selamatkan Batu Nisan Aceh

Oleh: Thayeb Loh Angen Pujangga asal Sumatra Aceh Pada pagi cerah itu, puluhan orang berseragam tentara,...

Pentagon Tunjuk Patrick Ryder Jadi Juru Bicara Baru

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin telah menunjuk seorang Brigadir Jenderal Angkatan Udara sebagai...

Ini Kata Haizir Sulaiman Tentang Kado HUT ke-49 Bank Aceh

BANDA ACEH - Bank Aceh berhasil menjadi bank yang terbaik di kelasnya atau menduduki...

HUT Ke-49: Bank Aceh Gagasan Besar Bagi Perbankan Syariah di Tanah Air

BANDA ACEH - Dalam perjalannya selama 49 tahun, Bank Aceh masih menjadi penguasa pasar...

BPMA dan Medco E&P Malaka Inspeksi Jalur Pipa, Ini Tujuannya

BANDA ACEH – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS),...

Armia Jamil Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua IJTI Korda Lhokseumawe Raya

LHOKSEUMAWE - Armia Jamil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)...

Soal Kasus Proyek Monumen Samudra Pasai, Nasir Djamil: Kalau Ragu, Hentikan Saja!

LHOKSEUMAWE - Anggota Komisi III/Hukum DPR RI, M. Nasir Djamil, menyoroti penetapan lima tersangka...

Ini Kata Ketum IJTI Soal Pentingnya Pemberitaan Membawa Aceh Lebih Kondusif

LHOKSEUMAWE – Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Ketum IJTI), Herik Kurniawan, mengajak para...

Danrem Lilawangsa Buka Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane

LHOKSEUMAWE - Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf. Bayu Permana, melakukan tendangan perdana bola kaki...

Antony Blinken: Latihan Militer Cina adalah Peningkatan Penting

PHNOM PENH, KAMBOJA — Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Jumat, 5 Agustus...

Liga Santri Piala Kasad di Stadion Krueng Mane, Ini Daftar 10 Tim dan Jadwalnya

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 10 tim pesantren dari 10 kabupaten/kota di wilayah Korem-011/Lilawangsa akan berlaga...

Dilantik Jadi Ketua NasDem Pidie, Ini Kata Fadhlullah TM Daud

SIGLI - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Aceh, Teuku Taufiqulhadi,...

KIP Aceh Utara Sosialisasi PKPU Pendaftaran dan Verifikasi Parpol

LHOKSUKON - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara melaksanakan sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum...