27 C
Banda Aceh
Rabu, Oktober 27, 2021

Aceh Hari Ini: Habib Abdurrahman Menyerah kepada Belanda

Pada 13 Oktober 1878, Habib Abdurrahman El Zahir menyerahkan diri kepada Belanda. Syaratnya, ia akan menetap di Mekkah dengan menerima uang tahunan atas tanggungan pemerintah Kolonial Belanda, senilai 10.000 dollar Amerika.

Habib Abdurrahman El Zahir merupakan orang yang dianggap Belanda paling berpengaruh dalam perang Aceh, setelah Tgk Chik Di Tiro. Tapi politik membeli kebaikan musuh dengan suapan yang dilakoni Belanda, manundukkannya. Ia berkhianat terhadap rakyat Aceh hanya karena 10.000 US$ upeti dari Belanda.

Ketika Kerajaan Aceh akan diserang oleh Belanda, Sultan Aceh mengutuskan Habib Abdurrahman El Zahir, Menteri Luar negeri merangkap Mangkubumi, untuk mencari bantuan ke Turki. Sekembalinya dari tugas tersebut, perang dengan Belanda telah berkecamuk. Ia pun langsung terjun dalam berbagai pertempuran. Berbagai penyerangan terhadap Belanda dilakukan.

Pada akhir tahun 1877 dan awal tahun 1878, garis pertahanan Belanda mampu ditembusnya sampai ke Pante Pirak, yang terletak di jantung Kota Kutaraja. Karena keadaan Aceh semakin genting, bulan Mei 1978, di Cot Bada digelar musyawarah antar pimpinan Aceh, untuk menyusun rencana penyerangan terhadap Belanda.

Baca Juga: Penyerahan Kekuasaan Jepang Atas Sumatera

Sebulan kemudian, Juni 1878, Habib Abdurrahman bersama 2.000 orang pasukannya, menyusup melalui jalan gunung, dan menduduki Leupeung serta Gle Taron. Di sanalah bersama pasukan pimpinan Teuku Nanta, mereka menyerang Belanda hingga menguasai Lhong. Penyerangan kemudian diteruskan ke Krueng Raba, Buket Seubuen, hingga Peukan Bada. Namun tak lama mereka menguasai tempat-tempat itu, Belanda kembali berhasil menghalau mundur pasukan Habib Abdurrahman.

Ia bersama pasukannya kemudian bergerak ke arah timur, serta melakukan kontak dengan pasukan Pimpinan Tgk Chik Di Tiro  di kawasan Montasik, yang sedang menyiapkan penyerangan ke Mukim IV. Namun rencana itu akhirnya diketahui oleh Belanda.

Belanda pun kemudian menarik pasukannya yang ada di Aceh Utara ke Aceh Besar, untuk menghadapi pasukan Tgk Chik Ditiro dan Habib Abdurrahman. Pasukan Belanda di bawah pimpinan Van der Heijden kemudian melakukan penyisiran ke daerah Montasik. Setelah melakukan perang sengit, akhirnya pada 25 Juli 1887, Seuneulhob jatuh ke tangan Belanda.

Jatuhnya Seuneulhop ke tangan Belanda membuat terjadinya perpecahan di kalangan para tokoh pimpinan pemerintahan Aceh. Kekalahan itu membuat berbagai isu negatif diarahkan kepada Habib Abdurrahman. Ia semakin terpojok.

Akhirnya ia menilai, martabatnya di mata rakyat Aceh sudah jatuh. Maka pada 13 Oktober 1878, ia menyerahkan diri kepada Belanda. Syaratnya, ia akan menetap di Mekkah dengan menerima uang tahunan atas tanggungan pemerintah Kolonial Belanda, senilai 10.000 dollar Amerika. Sementara Tgk Chik Di Tiro dan panglima perang Aceh lainnya terus melakukan perlawanan.

Bagi Belanda, menyerahnya Habib Abdurrahman merupakan sebuah kesuksesan besar. Pada 24 November 1887, Habib Abdurrahman dikirim ke Jeddah dengan menumpang kapal Hr Ms Cuaracao. Pasukan Belanda eforia terhadap keberhasilan tersebut. Malah, Mayor Macleod, seorang opsir Belanda, memplesetkan lagu “Faldera dera”  yang populer saat itu, untuk menggambarkan kesuksesan itu. Bunyinya:

Nun di sana terapung istana samudra. Namanya Cuaracao. Habib yang berani akan dibawa. Ke Mekkah tujuan nyata. Kini ia berdendang riang faldera dera. Untuk gubernemen kita. Banyaknya sekian ribua dolar sebulan. Tidak cerdikkah saya?

Baca Juga:Teungku MUhammad Daod Beureueh Mengultimatum Soekarno

Kisah membeli kebaikan musuh dengan suapan, merupakan upaya yang gencar dilakukan Belanda  menaklukkan para pemimpin Aceh kala itu. Termasuk menggaji kaum Uleebalang sebagai kaki tangannya.

Meski Habib Abdurrahman sudah di Mekkah, Belanda terus melakukan hubungan korespondensi dengannya, untuk mengetahui seluk beluk dan kelemahan masyarakat Aceh. Dari Mekkah, pada 3 Muharram 1302 atau Oktober 1884, Habib Abdurrahman mengirim surat kepada pemerintah Hindia Belanda di Aceh Melalui Chistian Snouck Hurgronje di Konsulat Belanda di Jedah, Snouck Hurgronje saat itu sedang mendalami Islam di Arab di sana ia mengorek setiap informasi tentang Aceh melalui Habib Abdurrahman.

Habib Abdurrahman dalam suratnya mengusulkan agar Belanda membentuk administrasi pemerintahan yang baru di Aceh, yakni mengangkat seorang muslimin yang mempunyai pemikiran yang cemerlang, berasal dari keturunan ninggrat dan faham akan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan pemerintahan Aceh.

Masih menurut Habib Abdurrahman dalam surat tadi, orang tersebut harus diberi gelar raja atau sederajat, sebagai administrator yang bekerja untuk Belanda atas nama seluruh rakyat Aceh. Orang tersebut juga harus mampu menjadi penyeimbang antara hukum agama dengan hukum duniawi. Maka menurut Habib Abdurrahman, bila orang seperti itu diangkat sebagai pemimpin rakyat Aceh, maka rakyat Aceh akan mengikutinya. Diakhir surat itu, Habib Abdurrahman membubuhkan tanda tangganya yang disertai stempel rijksbestuurder  dari Pemerintah Aceh.

Namun di sisi lain, meski tinggal di Arab, Habib Abdurrahman juga terus melakukan hubungan dengan para pejuang Aceh, melalui orang-orang Aceh yang melaksanakan ibadah haji setiap tahun. Dari sana pula, ia memompa semangat pejuang Aceh untuk terus melawan Belanda, meski ia sendiri telah menyerah dan menerima sejumlah kompensasi ekonomi dari pemerintah Belanda. Dua sikap yang saling bertentangan, kalau tak elok disebut sebagai pisau bermata dua.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Warga Buat Laporan Terbuka Soal Tanggul Krueng Pase, Begini Respons Kementerian PUPR

LHOKSUKON - Marzuki, warga Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, membuat laporan terbuka kepada Kementerian...

Wali Nanggroe Aceh Kukuhkan Anggota Majelis Tuha Peut, Ini Nama-Namanya

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

PLN Aceh Pasang Meteran Listrik di Rumah Al-Walid MZ, ‘Meugreb Laju Hu’

LHOKSEUMAWE – Muhammad Al-Walid MZ (13), anak berprestasi di Gampong Meunasah Buket, Buloh Blang...

Majelis Hakim Tunjuk Mediator Perkara Rekanan Gugat Dinas PUPR Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Pengadilan Negeri Lhokseumawe menggelar sidang perkara gugatan Wakil Direktur III CV Muhillis...

Doa Agar Rezeki Mengalir Lancar

Tugas seorang Muslim adalah menjemput rezeki yang halal dengan cara-cara yang baik dan sesuai...

Ini Sosok Otoniel, Gembong Narkoba Ditangkap dalam Operasi Libatkan 500 Tentara dan 22 Helikopter

KOLOMBIA - Kolombia akhirnya berhasil menangkap gembong narkoba paling dicari, Dairo Antonio 'Otoniel' Usuga....

Pertamina Bersama Masyarakat Bersihkan Pantai dan Tanam Pohon di Aceh Utara

LHOKSEUMAWE - Pertamina Subholding Upstream Regional Sumatera Zona 1 bersama masyarakat dan mahasiswa menggelar...

Harga Kopi Gayo Terus Bergerak Naik, Ini yang Harus Dilakukan Pencinta Kopi

  BLANGKEJEREN - Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan...

Babinsa Latih Warga Budi Daya Maggot untuk Hasilkan Uang

LHOKSUKON – Serda Samsudin, Babinsa Koramil 29/Lkh Kodim 0103/Aceh Utara, melatih masyarakat di Desa...

113 Atlet Panjat Tebing Aceh Perebutkan Tiket PORA Pidie

BANDA ACEH - Sebanyak 113 atlet panjat tebing putra dan putri dari kabupaten/kota se-Aceh...

Peningkatan Wawasan Keilmuan bagi Ratusan Imam Masjid dan Khatib di Subulussalam

SUBULUSSALAM - Ratusan Imam Masjid dan khatib mengikuti program pembinaan peningkatan kapasitas wawasan keilmuan...

Ini Kata Sekda Aceh saat Sosialisasi Vaksinasi di Dayah MUQ Pagar Air

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, mensosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi semua...

Ini Harapan Politikus Kepada Agam Inong Aceh 2021

BANDA ACEH – Muhammad Akkral (Kota Banda Aceh) dan Salwa Nisrina Authar Nyakcut Daulat...

Cerita Then Soe Na Keturunan Tionghoa Memeluk Islam

Hidayah bisa datang melalui orang-orang terdekat. Then Soe Na mengakui, cahaya petunjuk Illahi diterimanya...

Ini Jadwal Terbaru Seleksi CPNS 2021, Pengumuman Hasil SKD hingga Ujian SKB

JAKARTA – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dipastikan mundur dari yang dijadwal sebelumnya....

Masyarakat Lancok-Lancok Rayakan Maulid, Teungku Imum: Umat Terbaik Meneladani Kekasih Allah

BIREUEN - Masyarakat Lancok-Lancok, Kecamatan Kuala, Bireuen, mengadakan kenduri untuk merayakan Maulid Nabi Besar...

Membangun Personal Mastery

Oleh: Muhibuddin, SKM Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK)  Personal...

Dayah Perbatasan Aceh Singkil Diminta Kembalikan Kejayaan Syekh Abdurrauf

SIGKIL - Sebanyak 10 tenaga kontrak/non-PNS tambahan sebagai tenaga administrasi, tenaga teknis, dan penunjang...

Belajar Digital yang Mudah, Murah, dan Aman

LHOKSUKON - Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh kembali bergulir....

BMK Bireuen Salurkan Zakat Rp1,9 Miliar kepada 3.047 Penerima, Ini Rinciannya

BIREUEN – Bupati Bireuen, Dr. H. Muzakkar A. Gani, S.H., M.Si., menyalurkan secara simbolis...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat