26.8 C
Banda Aceh
Minggu, Oktober 17, 2021

Aceh Hari Ini: Teuku Nyak Arif Membentak Residen Jepang

Pada 6 Oktober 1945 di Banda Aceh berlangsung pertemuan antara petinggi Jepang dengan para tokoh Aceh. Pertemuan penuh ketegangan, Teuku Nyak Arief membentak Residen (Tyokan) Jepang Syozaburo Iino hingga pistol di pinggangnya jatuh. Perwira Jepang ketakutan.

Meski sebagian besar kekuasaan Jepang telah dilucuti, namum Jepang tetap berusaha mempertahankan kekuasaanya di Aceh. Setiap hari ada saja penyerangan dan perampasan senjata milik Jepang, kantor-kantor pemerintahan Jepang di Banda juga sudah diambil alih.

Residen Jepang (Tyokan) di Aceh Syozaburo Iino didesak oleh Residen Aceh Teuku Nyak Arief pada 1 Oktober 1945 untuk menyerahkan kekuasaannya, awalnya menolak, meski senjatanya telah dilucuti oleh para pemuda pejuang Aceh.

Penolakan penyerahan kekuasaan itu membuat sentimen anti Jepang semakin melebar.  Baru pada 6 Oktober 1945, Jepang yang sudah semakin terdesak di Aceh, mengundang para pemimpin dan tokoh Aceh untuk menghentikan suasana genting dan sentiment anti Jepang tersebut.

Baca Juga:Undang Undang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh Lahir

Teuku Alibasjah Talsya dalam buku Batu Karang di Tengah Lautan menjelaskan, saat pertemuan dengan petinggi Jepang itu dari pihak Aceh hadir beberapa tokoh penggerak pergerakan, antara lain: Teuku Nyak Arief (Residen Aceh), Tuanku Mahmud (Ketua Komite Nasional Daerah Aceh), Tgk Muhammad Daod Beureueh (Ketua Persatuan Ulama Aceh dan anggota Komite Nasional Daerah Aceh), Teuku Tjut Hasan (Konsul Muhammadiyah Daerah Aceh),  Teuku Achmad Djeunieb (Asisten Residen NRI Aceh Besar), Said Abubakar (Pemuda Pelopor), Ali Hasjmi (Ketua Barisan Pemuda Indonesia), Sjamaun Gaharu (Ketua Markas Daerah Angkatan Pemuda Indonesia).

Sementara dari pihak Jepang hadir antara lain: Syozaburo Iino (Atjeh Syu Tyokan), S Masubuty (Atjeh Syu Seityo Soumubutyo), Kepala Kepolisian Daerah (Keymubutyo), Komandan Tentara Jepang (Bo-eiTaityo)), Kepala Polisi Militer Jepang (Kanpentay-Tyo), dan T Eiri selaku penerjemah.

Para petinggi Jepang mengundang tokoh-tokoh Aceh tersebut, setelah mengetahui telah dibentuknya berbagai laskar barisan perjuangan di Aceh, terutama tentang pembentukan pasukan bersenjata dan  Angkatan Pemuda Indonesia (API) yang telah menggelar rapat-rapat rahasia secara berpindah-pindah, salah satunya di Centraal Hotel Banda Aceh. Pasukan API yang dikomandoi oleh Syamaun Gaharu ini dipersenjatai dengan senjata-senjata rampasan dari Jepang.

Baca Juga: Konferensi Pers Pertama Hasan Tiro di Malaysia

Dalam pertemuan itu Syozaburo Iino selaku Tyokan mengakui bahwa Jepang telah kalah dalam perang Asia Timur Raya. Namun katanya, Pemerintah Pentadbiran Jepang masih bertanggung jawab dalam segala bidang, sampai nanti mereka menyerahkan kekuasaan kepada Sekutu/NICA. Sebelumnya, pada 25 Agustus 1945 pasukan Jepang di Sabang telah dilucuti Sekutu/NICA dan kekuasaannya di Pulau Weh tersebut telah diambil alih.

Syozaburo Iino mengharapkan agar rakyat Aceh tidak lagi membuat gerakan-gerakan tanpa seizin Nipon (Jepang). Ia menilai pendirian pasukan API dan berbagai laskar perjuangan rakyat di Aceh sangat melanggar. Mendengar pernyataan Syzaburo Iino yang memelas tersebut, Sjamaun Gaharu selaku Ketua Markas Daerah API langsung menjawab.

“Indonesia sudah merdeka, telah mempunyai presiden, mempunyai gubernur dan mempunyai residen sendiri. Rakyat Indonesia patuh kepada presidennya, sama seperti patuhnya rakyat Jepang kepada Tenno Heika. Anda tidak berhak memerintahkan pembubaran API,” tegasnya.

Pernyataan Sjamaun Gaharu tersebut kemudian dipertegas lagi oleh Teku Nyak Arief. Sambil menunjuk muka Syzaburo Iino dengan suara tegas dan tangan gemetar karena geram Teuku Nyak Arief berkata.

“Saya heran pemerintah Jepang betul-betul satu pemerintahan yang tidak mau mengetahui keadaan. Apa yang tuan-tuan kerjaan selama berkuasa di sini. Apakah akan tuan-tuan kerjakan juga setelah tuan-tuan kalah?”

Sanking marahnya Teuku Nyak Arief kepada para petinggi Jepang itu, ketika ia membentak mereka, tanpa disadari pistol yang terselip di pinggangnya jatuh ke lantai. Seisi ruangan jadi terdiam, mata mereka terbelalak. “Pertemuan ini sia-sia belaka,” kata Teuku Nyak Arief mengakhiri ucapannya.

Akhirnya pertemuan berakhir tanpa hasil. Jepang masih bersikukuh akan menyerahkan kekuasaannya kepada Sekutu/NICA ketika nanti Sekutu/NICA masuk ke Aceh. Hal yang tak pernah bisa dilakukan karena Aceh satu-satunya daerah di Indonesia yang tak pernah bisa dimasuki Sekutu/NICA dan Belanda pada agresi kedua, mereka hanya bercokol di Sabang saja tak berani masuk ke daratan Aceh. Jepang kemudian menggelar upacara resmi penurunan benderanya di Aceh tanpa kehadiran Sekutu/NICA.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

Aceh Hari Ini: Abdullah Syafii Lahir

17 Oktober 1955, Abdullah Syafii lahir di Gampong Seunebok Rawa, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen....

Alhamdulillah, Kafilah Subulussalam Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Aceh

SUBULUSSALAM - Kafilah Kota Subulussalam berhasil meraih juara umum pada event Musabaqoh Qiraatil Kutub...

Ini Respons Kuasa Hukum Dinas PUPR Soal Gugatan Rekanan Gedung Kesenian Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE - Dinas PUPR Lhokseumawe belum memberikan penjelasan soal belum dibayarnya sisa pekerjaan 25...

Babak Kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub II Aceh Tuntas

BANDA ACEH – Babak kualifikasi Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II Aceh yang digelar di Kompleks...

Kemal Attaturk Dinilai Tidak Pantas Dijadikan Nama Jalan di Indonesia

BANDA ACEH – Rencana pemerintah menabalkan nama tokoh sekuler Turki Kemal Attaturk sebagai nama...

Aceh Hari Ini: Rakyat Aceh Rebut Perusahaan Numora Jepang

Pada 16 Oktober 1945, perusahaan perkebunan Jepang, Numora yang mengelola sembilan perkebunan besar di...

Rekanan Pembangunan Gedung Kesenian Lhokseumawe Tahap II Gugat Dinas PUPR ke Pengadilan

LHOKSEUMAWE - Wakil Direktur III CV Muhillis & Co., Rustam (58), melalui kuasa hukumnya,...

Aceh dan Sumut Bersiap Helat PON 2024

PAPUA – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, bersama Gubernur Sumatera...

Pengacara Warga Krueng Luas Minta Polisi Tetapkan Bupati Aceh Selatan Sebagai Tersangka

BANDA ACEH - Muhammd Reza Maulana, S.H., kuasa hukum atau pengacara Jasman HR., warga...

Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie Lhokseumawe Lowong

LHOKSEUMAWE - Jabatan Keuchik Gampong Paya Bilie, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, lowong. Pasalnya,...

‘Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa Mangkrak Bisa Mencoreng Institusi Kejaksaan’

LHOKSEUMAWE – Pemerhati hukum, Muji Al-Furqan, S.H., turut menyoroti Kejaksaan Negeri Lhokseumawe yang hingga...

Aceh Hari Ini: Ulama Aceh Mengeluarkan Maklumat Perang Sabil

Pada 15 Oktober 1945, ulama Aceh menggelar muzakarah  membahas upaya-upaya mengakhiri kekuasaan Jepang, dan...

Program TMMD Selesai, Walkot Bintang Resmikan Jalan Tembus Darussalam-Singkohor

  SUBULUSSALAM - Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E meresmikan pemakaian jalan tembus...

Kasus Korupsi di Dinas Syari’at Islam Gayo Lues Dilimpahkan ke PN Tipikor Banda Aceh

BLANGKEJEREN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gayo Lues telah melimpahkan berkas perkara...

Begini Kondisi Terkini Wastafel Disdik Provinsi di SMA/SMK Aceh Utara dan Lhokseumawe

ACEH UTARA – Pengadaan ratusan wastafel dan sumur bor oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh...

Harga Kopi Gayo Naik Lagi, Ini Daftar Terbaru

BLANGKEJEREN - Harga gabah kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues kembali mengalami lonjakan. Harga...

Kasus Tanggul Cunda-Meuraksa: ‘Tugas Kejari Menegakkan Hukum, Bukan Bicara Untung-Rugi’

LHOKSEUMAWE – LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) kembali mempertanyakan perkembangan kasus dugaan korupsi...

Aceh Hari Ini: Show of Force Pejuang Aceh Melawan Jepang

Usai salat hajat dan salat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Residen Aceh Teuku Nyak...

UAS Resmikan Pesantren Darul Affani, Ziarah ke Oboh, Hadiri Peringatan Satu Dekade PMDR

SUBULUSSALAM - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pondok Pesantren Darul Affani Desa Harapan Baru,...

‘PLTU Lhoknga tak Beroperasi, PT SBA Berpotensi Rugikan Keuangan Negara 15 Miliar/Hari’

BANDA ACEH - Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad, menemukan data baru terkait...
Butuh CCTV, dapatkan di ACEH CCTV. ALAMAT: Jln Tgk Batee Timoh lr Peutua II, Gampong (Desa) Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Kode Pos 23114. TLP/WA : 0822.7700.0202 (MUSRIADI FAHMI). Taqiyya Cake and Bakery, Tersedia: Brownies, Bolu pandan, Bolpis, Bolu minyak, Bolu Sungkish, Ade, Donat, Serikaya, Raudhatul Jannah (082269952496), Perum Gratama Residence No 5 Mibo Lhoong Raya Banda Aceh. Kunjungi Showroom Honda Arista. Jl. Mr. Teuku Moh. Hasan No.100, Lamcot, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23242. Hubungi: No Tlp/WA : 082236870608 (Amirul Ikhsan). Kunjungi Usaha Cahaya Meurasa/ Kue Kacang Alamat: Perumahan Cinta Kasih, Gampong (Desa) Neuheun, Kec. Masjid Raya, Aceh Besar. Tersedia Kue Malinda/Kacang dan Nastar. Hubungi TLP/WA: 085277438393 (Nurjannah) - Bimbel Metuah, Almt: Jl. Seroja No. 5, Ie Masen Kayee Adang, Ulee Kareng, Banda Aceh. HP/WA: 0823 6363 2969 (Ola). Instagram: @bimbelmetuah @metuah_privat