BANDA ACEH – Aceh saat ini memiliki sebanyak 33 ekor gajah jinak yang saat ini ditempatkan di delapan CRU dan PKG di seluruh Aceh. Puluhan gajah tersebut selama ini bertugas menggiring gajah liar dari kawasan konflik yang dipandu mahot terlatih.
Hal ini disampaikan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, sekaligus menjawab keahlian mahot yang tak hanya pandai mengurus gajah jinak. Meskipun demikian, Sapto mengakui para mahot yang ada di Aceh perlu terus berimprovisasi untuk menangani konflik satwa liar terutama gajah liar.
“Kami juga ada tim backup dari PKG Saree untuk penanganan ini, tentunya dengan memperhatikan kasus di lapangan ketika skala konfliknya cukup besar,” katanya.
Dia merincikan, ke 33 gajah jinak itu sekarang berada di beberapa CRU dan PKG Saree. Diantaranya di CRU Mane 4 ekor, CRU Cot Girek 4 ekor, CRU Peusangan tiga ekor, CRU Serbajadi empat ekor, CRU Sampoiniet empat ekor, CRU Alue Kuyuen empat ekor, dan CRU Trumon empat ekor.
“Serta di Saree ada enam ekor,” kata Sapto.
Namun, kata dia, untuk gajah jinak di CRU Cot Girek kini sudah dievakuasi ke Saree karena bermasalah dengan masyarakat Cot Girek.
“Masyarakat minta lahan dikembalikan dan mengancam membunuh gajah jinak. Untuk sementara dievakuasi (ke Saree) untuk keamanan,” kata Sapto.[]
Laporan: Taufan Mustafa



