BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, dinilai bakal bernasib sama dengan diktator Robert Mugabe yang dimakzulkan saat sedang memimpin. Hal ini terkait kebijakan pemerintah kota Banda Aceh yang akan melanjutkan proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah atau IPAL di Gampong Jawa-Gampong Pande.
Kebijakan untuk meneruskan proyek tersebut diketahui setelah mendengar hasil presentasi penelitian di kompleks IPAL. Ketua Peusaba, Mawardi Usman, menilai hal itu sangat aneh. Apalagi dalam presentasi rekomendasi tidak memberikan waktu untuk para peneliti untuk mempresentasikan hasil penelitiannya.
“Peusaba heran tidak ada presentasi dari ahli, namun hanya dari Ketua BPCB Aceh Sumut, Denni Sutrisna, yang mengatakan ada dua hasil rekomendasi tim yang berbeda,” ujar Mawardi.
Rekomendasi pertama dari Masyarakat Pecinta Sejarah atau Mapesa bahwa Gampong Jawa dan Gampong Pande merupakan kawasan situs bersejarah. Artinya proyek IPAL wajib direlokasi.
Sementara dalam rekomendasi kedua yang dikeluarkan oleh pihak BPCB, membenarkan kawasan tersebut terdapat situs. Namun, pihak BPCB tidak merekomendasikan untuk memindahkan proyek IPAL. Menurut Mawardi, BPCB bahkan menyebutkan proyek tersebut bisa dilanjutkan.
“Namun makam yang sudah duluan dipindah oleh BPCB dari 5 meter bawah tanah itu diperindah dan diberi atap sedangkan dalam kompleks itu dijadikan kawasan tinja,” kutip Mawardi Usman.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan proyek IPAL sudah terlanjur dilaksanakan. Menurutnya, jika dipindahkan akan ada akibat lain yaitu pihak Kementerian PUPR takut dituntut pihak perusahaan.
“Dan Walikota meminta semua pihak menerima jika keputusan IPAL dilanjutkan,” kata Mawardi.
Mengenai hal ini, Peusaba mengecam keras langkah Walikota Banda Aceh. Dia menilai hal ini merupakan tindakan terkutuk yang menjadikan kompleks makam ulama sebagai tempat pembuangan tinja.
“Jika Walikota tetap bersikeras melanjutkan IPAL, maka akan muncul kemarahan rakyat dan walikota akan bernasib sama seperti Robert Mugabe dimakzulkan saat sedang bertahta,” kata Mawardi.[]


