SUBULUSSALAM – Pelayanan Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam, Polda Aceh memperketat Pos Penjagaan, mulai Sabtu, 10 Desember 2022 dengan memberlakukan one gate system (Akses satu pintu) untuk masuk dan keluar lewat penjagaan yang ketat.

Setiap pengunjung yang masuk ke lingkungan Polres Subulussalam akan diperiksa secara ketat oleh personel polisi yang bertugas seperti memeriksa identitas dan barang bawaan pengunjung.

Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yanis, S.I.K,. M.H mengungkapkan, proses pengetatan di pos penjagaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi ancaman aksi teror ke Markas Kepolisian, seperti yang terjadi Mako Polsek Astana Anyar, Kota Bandung pada 7 Desember kemarin.

“Upaya cepat yang langsung dilaksanakan oleh Polres Subulussalam yakni dengan memperketat penjagaan Mako. Sebagaimana penekanan dari bapak Kapolda Aceh Irjen. Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M., kepada seluruh Kapolres, Kapolsek, dan jajaran di Polda Aceh,” kata Kapolres Muhammad Yanis.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan personel Sat Samapta untuk mempertebal pengamanan di Pos penjagaan hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi, dan bisa dicegah sedini mungkin.

“Terkait pengamanan harus benar-benar di jaga kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Maka kami sudah memerintahkan segenap jajaran untuk mempertebal personel yang bertugas di pos penjagaan,” ucap Yanis.

Ia menyampaikan pemberlakukan sistem keamaan satu pintu keluar dan masuk demi mengantisipasi serangan teror pada Mako Polres Subulussalam.

“Kita sudah memberlakukan sistem keamanan one gate system, yaitu prioritaskan satu pintu keluar dan masuk untuk mengantisipasi serangan teror terhadap anggota kepolisian,” kata Kapolres menerangkan.

Tak hanya itu, kata Kapolres, setiap anggota yang bertugas pada pos penjagaan juga diwajibkan melengkapi diri dengan rompi anti peluru, sebagaimana arahan teknis dari satuan atas, khusus untuk penjagaan markas, pertebal jumlah personel dan perlengkapan pendukungnya serta perketat pengawasan akses jalan keluar masuk pengunjung yang datang di kantor polres maupun polsek.

Selain itu, Kapolres juga mengatakan telah memerintahkan jajaran dan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat terkait radikalisme.

“Kita juga meminta seluruh personel jajaran, dan Bhabinkamtibmas agar meningkatkan kesiapsiagaan, peka, tanggap dalam setiap situasi dan kondisi lingkungan sekitar serta bimbingan penyuluhan terhadap tokoh agama dan masyarakat terkait radikalisme. Itu guna mengantisipasi ancaman aksi teror, seperti yang terjadi di Polsek Astana Anyar,” tegas Muhammad Yanis.[]