SIGLI – Calon Gubernur Aceh Zakaria Saman (Apa Karya) mengajak mantan kombatan menagih janji Gurbernur Aceh terkait dana untuk mantan GAM senilai Rp650 miliar.

“Saya tetap akan mempertanyakan dana mantan GAM yang telah dialokasikan gubernur sebesar Rp650 M (miliar) itu dibawa kemana. Saya sendiri sebagai GAM tidak pernah menerimanya,” kata Apa Karya dalam orasinya saat kampanye akbar di Lapangan Mutiara, Beureunuen, Pidie, Kamis, 26 Januari 2017.

Menurut Apa Karya, gubernur yang sudah lima tahun berkuasa merupakan orang yang ia usulkan. Namun, kata dia, setelah terpilih, gubernur tersebut “tidak lagi memikirkan masalah perjuangan Aceh termasuk tak peduli akan nasib mantan kombatan yang telah berjuang untuk memenangkan”.

“Zakaria nyoe yang tunyok ureung jeut keu calon gubernur (Zakaria ini yang tunjuk/usulkan orang jadi gubernur). Namun, betapa kecewanya kita, setelah terpilih lupa kepada rakyat serta rekan–rekan seperjuangan,” teriak Apa Karya yang mengaku dirinya merupakan orang kedua dalam jajaran GAM setelah Wali Nanggroe Tgk. Muhammad Hasan Di Tiro.

Apa Karya mengaku maju sebagai calon Gubernur Aceh pada pilkada kali ini lantaran merasa prihatin dengan nasib para mantan kombatan GAM yang masih terabaikan. “Dilee dimat beude, jinoe dimat catok (dahulu angkat senjata, sekarang pegang cangkul),” ujarnya.

Ia berjanji jika terpilih akan merangkul kembali seluruh mantan kombatan yang saat ini masih termarginalkan. Pasalnya, kata Apa Karya, saat ini ada di antara mantan kombatan, jangankan untuk membangun rumah layak huni, memenuhi kebutuhan hidup saja terasa berat.

“Mantan GAM bukan saja yang memanggul senjata, tetapi juga mereka yang mengantar nasi saat konflik dulu,” ujar Apa Karya. “Saya terlibat langsung dengan perdamaian dan perjuangan Aceh, tapi banyak amanah rakyat Aceh tidak dikerjakan (oleh penguasa),” kata Apa Karya di hadapan masa pendukungnya yang menyesaki lokasi kampanye akbar itu.[]