SIGLI — Puluhan sopir armada bus sekolah di Kabupaten Pidie protes karena Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Pidie menarik bus yang mereka operasikan tanpa alasan yang jelas. Bahkan, gaji para sopir tersebut belum digaji selama dua bulan.

Ketua perkumpulan sopir bus sekolah Kabupaten Pidie, Nailul Authar mengatan, pihaknya meresa kaget ketika membawa bus ke Dinas Perhubungan langsung diminta menyerahkan STNK. Padahal pada surat yang ditandatangani Bupati Roni Ahmad berisi penyerahan mobil guna penertiban kembali aset daerah serta pengecekan kembali fisik mobil.

“Ternyata ketika kami serahkan mobil, mereka meminta serta STNK sama kami,” kata Nailul kepada portalsatu.com/, Senin, 26 Februari 2018.

Anggotanya kata Nailul, terdiri dari 34 sopir yang merasa keberatan dengan perlakuan dinas tersebut kepada mereka. Pihaknya menyatakan protes atas tindakan itu dan menyatakan tetap mengikuti prosedur yang ditetapkan Dishub. Namun dinas juga harus memenuhi hak pekerja dengan membayar gaji selama dua bulan terakhir yakni pada Januari dan Februari.

“Kami tidak akan menyerahkan STNK dan kunci mobil kepada Dishub sebelum gaji dan biaya perbaikan mobil yang telah kami keluarkan diganti kembali,” kata Nailul Authar yang mengaku akan mengadukan hal ini ke DPRK Pidie.[]