LHOKSEUMAWE – Pengusaha sektor maritim yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh (APMA) meminta pihak penanam modal dalam Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun investor Penanaman Modal Asing (PMA) bidang angkutan laut yang beroperasi di Aceh agar memprioritaskan menggaet perusahan lokal.

Hal itu dikatakan Ketua APMA, Tarmizi Yusdha Teuku Yudha, di Lhokseumawe, Selasa 20 Maret 2018. Menurut dia, di Lhokseumawe dan Aceh Utara akan dibangun infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga momen ini sangat tepat bagi para pemodal guna memberdayakan pengusaha daerah saat kondisi perekonomian lesu.

“PMDA maupun PMA bidang kelautan tidak perlu ragu dengan pengusaha daerah di Aceh, mereka memiliki kompetensi tak kalah hebat dengan pengusaha luar. Jadi saat ini kesempatan baik untuk  membangkitkan pengusaha lokal di Aceh, apalagi di depan mata KEK mulai dibangun,” kata Tarmizi.

Tarmizi berharap, para pihak yang terlibat dalam pengelolaan pelabuhan di Aceh agar menciptakan kondisi kondusif di kawasan pelabuhan. Tarmizi menilai, saat ini kerap terjadi “kegaduhan antara importir dengan pihak Bea Cukai, antara pemilik kabal dengan Syahbandar, imbasnya aktivitas di pelabuhan menjadi lesu”.

“Kita (APMA) meminta kegaduhan seperti ini diselesaikan, para pihak itu seharusnya bersinergi, bukan sebaliknya. Harus ada kesepakatan bersama, agar terbentuk sinergitas untuk menghidupkan pelabuhan di Aceh agar lebih maju,” kata Tarmizi.

Tarmizi didampingi Wakil Ketua APMA, Maimun, juga mengimbau pemilik kapal, importir, eksportir supaya melengkapi dokumen yang diperlukan. Sedangkan kepada jasa EMKL/trucking diminta agar menyesuaikan tarif standar di tempat masing-masing.

APMA menyatakan sudah menyampaikan sejumlah masukan kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam pertemuan beberapa waktu lalu, agar secepatnya mengantisipasi semua kendala menyangkut angkutan laut.[]