LHOKSEUMAWE – Banjir di Kota Lhokseumawe meluas akibat hujan deras sejak Ahad hingga Senin, 25 Desember 2023, siang.

Pantauan di lapangan dan informasi dihimpun portalsatu.com/, Senin siang, banjir mengepung Kota Lhokseumawe. Dari empat kecamatan yang terendam banjir, lokasi terparah di antaranya Jalan Banda Aceh-Medan kawasan Desa Meunasah Mesjid depan Polres Lhokseumawe dan sekitarnya di Kecamatan Muara Dua, kawasan Desa Blang Pulo sampai Desa Batuphat, Kecamatan Muara Satu, dan Simpang Elak Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat.

Arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total. Sejumlah kendaraan kesulitan melintas dan mogok akibat terjebak banjir di tengah jalan nasional itu.

Terlihat Kasat Lantas Polres Lhokseumawe AKP Rido Riski Ananda, S.T.K., bersama anggotanya mengatur arus lintas dan membantu pengendara sepeda motor dan becak yang kesulitan melintas di tengah banjir depan Polres Lhokseumawe, Senin siang.

Di Kecamatan Muara Dua, selain Meunasah Mesjid, banjir juga merendam Gampong Panggoi, Meunasah Alue, Paloh Pineung, Paya Punteut, dan sejumlah desa lainnya.

Di Kecamatan Blang Mangat, banjir merendam Desa Blang Weu Panjo, Blang Weu Baroh, Rayeuk Kareug, Asan Kareung, Meunasah Mesjid, Mane Kareung, Meunasah Blang Punteut, Ulee Blang Mane, dan gampong lainnya.

Tak hanya itu, banjir juga merendam hampir semua badan jalan kawasan pusat kota di Kecamatan Banda Sakti, di antaranya Jalan Perdagangan, Jalan Cut Meutia hingga Jalan Sukaramai, Jalan Samudra Lama, Jalan Darussalam, dan Jalan Listrik depan Pasar Inpres dan sekitarnya.

Pantauan pada Senin sore, sejumlah lokasi di Kecamatan Muara Dua dan Banda Sakti, banjir sudah surut.

Masalah Drainase dan Ruang Terbuka Hijau

Adapun upaya pencegahan banjir antara lain perlu dilakukan review atas pemanfaatan ruang atau lahan sesuai dengan peraturan berlaku, seperti RTRW dan RDTRK maupun yang lainnya, normalisasi/optimalisasi baik sungai, drainase dan revitalisasi waduk sebagai kawasan resapan air serta resapan air pada Ruang Terbuka Hijau (RTH) di ruang publik, dan meningkatkan penyediaan lahan-lahan yang berfungsi sebagai area resapan air.

Ada beberapa penyebab banjir yang sering melanda Kota Lhokseumawe, menurut Yenny Novianti, S.T., M.T., akademisi di Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, yang mencoba untuk me-review lantaran drainase tidak berfungsi secara maksimal di Kecamatan Banda Sakti/kawasan pusat kota Lhokseumawe.

“Drainase pada area kawasan pusat kota tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak mengalir, hanya berperan dalam menampung atau menyimpan air. Ketika hujan deras beberapa jam saja dapat terjadi banjir, apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi selama dua hari, buangan air kemana? Coba dicek, apakah mengalir langsung ke Waduk (Pusong-Keude Aceh) atau tidak,” kata Yenny dihubungi portalsatu.com/, Senin (25/12), siang.

Diperkirakan penyebab sama juga terjadi di Jalan Banda Aceh-Medan kawasan Desa Meunasah Mesjid dan sekitarnya yang diakibatkan drainase tidak berfungsi maksimal mengalirkan air.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah kontur tanah yang harus diperhatikan saat membangun drainase karena jalur drainase akan mengalirkan air dengan baik. Jika terabaikan kemungkinan pada titik lokasi tertentu ada kontur tanah yang lebih tinggi dari badan jalan, dan berdampak tidak akan mengalirkan air.

“Saran untuk pencegahan adalah optimalisasi drainase kita (perlu dicek kembali), jangan sampai misalnya di tengah jalur itu ada yang lebih tinggi sehingga tidak akan mengalirkan air,” ujar Yenny.

Persoalan lainnya, lahan penyerapan air sudah semakin minim lantaran ruang terbuka hijau sangat terbatas di kawasan pusat kota Lhokseumawe. “Dan tidak semua juga dapat optimal mampu menyerap air hujan dengan berbagai kendala seperti hadirnya hardscape pada area lapangan, taman, ruang publik, area bantaran sungai dan lainnya,” ungkap Yenny.

Ruang terbuka hijau di pusat Kota Lhokseumawe ada di Taman Riyadaah, Taman Bappeda di kawasan Stadion Tunas Bangsa di Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, Lapangan Soedirman, Lapangan Hiraq, dan Taman Waduk.

“Hadirnya taman belum memenuhi kebutuhan ruang terbuka dari luas ruang kota Lhokseumawe. Sehingga akan mempengaruhi daya serap tanahnya. Hal ini, membutuhkan perbaikan daya serap tanahnya melalui perbanyak pohon dan tanaman, artinya harus diperluas atau diperbanyak ruang terbuka hijau (peningkatan area resapan air)” jelas Yenny.

Alih Fungsi lahan

Ternyata banjir juga terjadi di kawasan Blang Buloh dan beberapa lokasi sekitarnya, ketika hujan deras menyebabkan lapisan tanah di kawasan tersebut terkikis dan terbawa arus air. Akan tetapi area ini masih memiliki lahan lainnya yang tidak terbangun sehingga air tidak menumpuk di bagian jalan karena ada beberapa lahan yang lebih rendah.

Berbeda halnya di kawasan Panggoi terlihat air yang langsung merendam badan jalan dan rumah-rumah warga tampak dengan kondisi air kuning dan berlumpur.

“Jika diamati kemungkinan pada lahan perbukitan, lahan yang berfungsi sebagai resapan air sudah tidak ada lagi. Jika tidak ada lagi pohon atau pohonnya sudah sangat minim, sehingga tidak ada lagi yang bisa menyerap air, bagaimana tanah dapat menyerap air dengan baik. Itu yang dapat menyebabkan lapisan tanahnya mengalami pengikisan. Tentunya ini juga dampak dari alih fungsi lahan yang sudah berubah sebagai kawasan permukiman. Makanya ketika hujan deras dari atas langsung ke bawah semuanya,” ungkap Yenny.

Sementara di Desa Paya Punteut, meskipun bukit-bukitnya sudah banyak dikeruk tapi lahannya masih luas. “Ruang terbuka di Paya Punteut masih banyak, sehingga kondisi banjirnya tidak separah di Panggoi yang dekat sekali dengan jalan nasional, dan kurangnya ketersedian area resapan air serta kurang optimal dari buangan akhir dari drainase sendiri,” ujarnya.

“Tentu ini bukan bermaksud menyudutkan pihak-pihak tertentu. Ini adalah masalah bersama dan memerlukan penanganan baik dari tingkat Pemko, akademisi, masyarakat dan pihak lainnya yang dapat berkontribusi dalam menangani baik secara fisik dan nonfisik serta berkonservasi terhadap lingkungan di Kota Lhokseumawe,” pungkas Yenny Novianti.[](nsy)