LHOKSUKON – Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) milik Pemkab Aceh Utara ternyata terbebani banyak kewajiban alias utang tahun 2021 yang harus dibayarkan pada 2022 ini lebih Rp26 miliar.

Data diperoleh portalsatu.com/, Kamis, 15 Desember 2022, sebanyak 40 paket melalui penyedia pada RSUCM Aceh Utara tahun anggaran 2022 berisi keterangan “kewajiban tahun 2021”. Sebanyak 40 paket yang telah dilaksanakan pihak ketiga di tahun 2021 itu total dananya lebih Rp11 miliar.

Dari 40 paket tersebut, di antaranya BHP (Bahan Habis Pakai) Rawat Inap Rawat Jalan Rp2,38 miliar (M), Obat-obatan Rp2,29 M, BHP Laboratorium Rp2,22 M, BHP Haemodialisa Rp1 M, Nitrogen dan Oksigen Rp658,29 juta, Bahan Makanan Pasien Rp437,11 juta, Belanja Jasa Tenaga Kebersihan (Cleaning Service) Rp386 juta, Pemeliharaan Alat Kedokteran Rp322,16 juta, Bag Darah Rp277,57 juta, dan sejumlah kegiatan lain yang nilainya lebih kecil dari itu.

Selain itu, satu paket swakelola pada RSUCM tahun anggaran 2022 tertulis “Belanja Jasa Pelayanan dan Jasa Pengelola Praktek Klinik Mahasiswa dan Jasa Instruktur Klinik Tahun 2021 (Kewajiban 2021)” senilai Rp15 M lebih.

Dengan demikian, total kewajiban alias utang tahun 2021 yang harus dibayarkan RSUCM pada 2022 ini senilai lebih Rp26 M.

portalsatu.com/ mengkonfirmasi tentang data tersebut dengan mengirim pertanyaan kepada Direktur RSUCM, dr. Baihaqi, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUCM, Suryadi, dan Humas RSUCM, Harry Laksamana, via pesan WhatsApp, Kamis (15/12). Harry baru memberikan jawaban pasti melalui WA pada Sabtu (17/12) dan Ahad (18/12) sore, setelah memperoleh keterangan dari pihak Keuangan RSUCM.

Harry menyebut kewajiban 2021 terkait 40 paket melalui penyedia senilai Rp11 M lebih telah dibayarkan pada tahun 2022 ini. “Sudah lunas semuanya,” kata dia.

Terkait kewajiban 2021 atas paket swakelola “Belanja Jasa Pelayanan dan Jasa Pengelola Praktek Klinik Mahasiswa dan Jasa Instruktur Klinik Tahun 2021” senilai Rp15 M, kata Harry, menurut pihak Keuangan RSUCM porsi terbesar ada di “Belanja Jasa Pelayanan”.

“Itu kewajiban jasa medis dan penunjang untuk 2021. Dan ini semua sudah terbayarkan untuk 2021,” ujar Harry.

Baca juga: Mengapa Realisasi Belanja Pegawai BLUD Rendah? RSUCM Aceh Utara: Sekarang Sudah 90%

 

Realisasi Belanja Modal Alat Kedokteran dan Kesehatan Tersendat? Ini Jawaban Dinkes Aceh Utara.[](nsy)