SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam mengecam tindakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nesal Putra yang asyik bertamasya ke luar daerah di saat Subulussalam sedang dilanda musibah kebakaran.
“Kepala BPBD Subulussalam bertamasya saat masyarakat ditimpa musibah, hilang akal mungkin itu pejabat, pecat saja,” kata Ketua YARA Subulussalam, Edi Sahputra, dalam siaran pers yang dikirim ke portalsatu.com, Kamis 13 Oktober 2016.
Pernyataan tersebut menanggapi pemberitaan sebelumnya bahwa Kepada BPBD Nesal Putra sedang berada di luar daerah yakni Manado, Sulawesi, di saat Kampung Subulussalam Timur dilanda kebakaran hebat.
YARA mengaku sangat kecewa mengingat Subulussalam masih dalam suasana bergabung pasca kebakaran di Sultan Daulat yang menghanguskan 41 unit rumah warga. Di saat penanganan belum tuntas, kebakaran kembali terjadi di Kampung Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri menghanguskan 15 rumah dan 3 rusak berat.
“Penanganan belum tuntas di Suka Maju, Sultan Daulat tapi beliau masih sempat bertamasya keluar daerah dengan dalih tugas atau pelatihan,” kata Edi.
Ia mengatakan keterlambatan mobil pemadam bukan terjadi saat ini saja, namun sudah berulang kali. Di Kecamatan Penanggalan mobil damkar pernah mogok dan nyaris dibakar oleh warga akibat kecewa.
Kejadian serupa kembali terulang di Sultan Daulat dan Simpang Kiri, Kampung Subulussalam Timur yang merupakan kawasan kota. Ini menambah catatan buruk kinerja BPBD sehingga harus ada revolusi dan pembenahan tubuh instansi tersebut.
“YARA mendesak Wali Kota Subulussalam copot kepala BPBD dan meminta wakil rakyat untuk segera mengevaluasi bidang pemadam di dinas tersebut, agar ada perbaikan pelayanan call center,” kata Edi.
Menurutnya evaluasi sangat penting untuk mengkaji apakah upah petugas pemadam saat ini sudah layak mengingat beban kerja mereka di lapangan sangat berat dan beresiko. Terutama saat terjadi perlawanan dari warga yang kecewa atas keterlambatan mobil datang.
“Termasuk pelatihan khusus bagi petugas pemadam, membenahi peralatan serta menambah armada kecil sehingga mudah masuk ke lorong-lorong sempit,” tambah Edi.[]
Laporan Sudirman




