LHOKSUKON – M Reja, 15 tahun, penderita gangguan mental asal Gampong Matang Kareung, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara akhirnya berhasil dibawa berobat ke Puskesmas setempat, Jumat 12 Agustus 2016. Remaja itu mengalami keterbelakangan sejak lima bulan lalu.

“Keluarga M Reja dan perangkat Gampong mendatangi Brigadir Amirullah, salah satu petugas Bhabinkamtibmas yang ditugaskan di Gampong setempat. Mereka datang minta tolong untuk membujuk M Reja agar mau pergi berobat, mengingat selama ini ia selalu berontak jika diajak berobat,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Wawan Setiawan, melalui Kasat Binmas AKP H Yusuf Hariadi kepada portalsatu.com.

Ia menjelaskan, menurut keterangan pihak keluarga, mental remaja itu terganggu sejak lima bulan lalu. Persisnya setelah ia lulus SMP. Ia menjadi penyendiri, suka bersembunyi dan tidak mau bicara.

“Alhamdulillah berkat kesabaran petugas Bhabinkamtibmas, akhirnya ia mau berobat. Sepulang dari Puskesmas, ia juga dibawa ke wisma pangkas untuk merapikan rambutnya,” ujar AKP H Yusuf Hariadi.

Geuchik Gampong Matang Kareung,  Nurdin secara terpisah mengatakan, paska perceraian orang tuanya, M Reja dirawat neneknya, Syamsiah, sejak kecil. Selama ini ia merupakan pribadi yang baik, santun, patuh dan taat beribadah. Bahkan ia juga ingin belajar mengaji di pesantren.

“Ia mengalami gangguan mental dalam lima bulan terakhir. Meski kepribadiannya berubah, ia tidak pernah mengusik orang lain. Namun kami berharap ada pihak yang dapat membantunya agar normal kembali. Selain usianya masih muda, ia juga berasal dari keluarga miskin. Rumah yang mereka tempati saja bantuan pemerintah,” pungkas Geuchik. [](tyb)