BANDA ACEH – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengonfirmasi jenis kelamin gajah yang ditemukan mati di Dusun Munte, Gampong Ekan, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Kamis, 20 April 2017. Dia menyebutkan gajah tersebut adalah jantan dan gadingnya hilang.
Gajah ternyata berjenis kelamin jantan. Gading hilang. Kami telah mengambil sampel hati, usus, limpa, kotoran usus, jantung dan dinding usus untuk dianalisis di lab untuk mengetahui sebab pasti. Umur gajah 25 tahun, kata Sapto, Jumat, 21 April 2017.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Kantor Dinas BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, menyebutkan sempat terlihat anak gajah yang diperkirakan berusia 2 tahun di sekitar bangkai gajah tersebut. Namun, saat ini anak gajah itu telah bergabung kembali dengan kawanannya.
Anak gajah sudah tidak ada, kemungkinan besar sudah bertemu kembali dengan rombongan gajah sehingga sudah ikut mereka, kata Sapto.
Berdasarkan penelitian sementara diketahui belalai gajah tidak hanya dipotong. Namun, kepala po meurah juga dibelah.
“Temuan isi kotoran ada cairan warna hitam dan diyakini merupakan sisa racun yang termakan. Kuat keyakinan diracun, katanya.[]


