SEMARANG – Nama Fathasururi kini tercatat dalam perjalanan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Putra Kota Subulussalam yang memperkuat kafilah Aceh pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) Putra itu berhasil menembus babak semifinal, sebelum akhirnya belum berhasil melaju ke final. Capaian tersebut menjadi catatan penting karena Fathasururi menjadi peserta putra asal Subulussalam yang berhasil membawa nama daerahnya hingga jenjang semifinal MTQ Nasional.

Di panggung semifinal, Fathasururi tidak sekadar menyajikan tulisan, tetapi membawa gagasan tentang kerukunan umat beragama dan kesetaraan penyandang disabilitas melalui karya berjudul “Equality Mosque: Penguatan Kerukunan Berbasis Inklusivitas Masjid bagi Penyandang Disabilitas”.

Gagasannya diuji di hadapan Dewan Hakim terdiri dari Profesor dan Doktor, di tengah persaingan peserta dari Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, dan DKI Jakarta.

Langkahnya memang terhenti di semifinal, namun perjuangannya telah membawa nama Subulussalam dan Aceh ke salah satu tahapan penting kompetisi KTIQ tingkat nasional.

Ketua LPTQ Kota Subulussalam, Jaminuddin. B, S.PdI., M.Si, menyebut perjalanan Fathasururi merupakan hasil pembinaan yang berlangsung secara berjenjang dan melibatkan banyak pihak. Dari MTQ Kecamatan Simpang Kiri, MTQ Kota Subulussalam, MTQ Provinsi Aceh di Pidie Jaya, masuk tiga besar seleksi provinsi, hingga akhirnya menjadi wakil Aceh di MTQ Nasional Semarang.

“Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah LPTQ Kota Subulussalam putra terbaik kita mampu menembus semifinal MTQ Nasional. Ini bukan hasil yang datang tiba-tiba, tetapi buah kerja keras, ketekunan, kepiawaian dan pembinaan yang panjang,” kata Jaminuddin kepada portalsatu.com, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Jaminuddin, capaian itu tidak terlepas dari peran orang tua Fathasururi, Abu H. Qaharuddin Kombih, M.Ag, serta para pembimbing, Ust Dr. Musriaparto, MM, Ust. Junaidi, MA, dan pembimbing Provinsi Aceh Ust Dr. Ismu Ridha, M.A., Ph.D. Beliau menyelesaikan pendidikan doktoralnya (S3) di Timur Tengah, Doktor dari Yarmouk University, Yordania, bersama seluruh jajaran LPTQ mulai tingkat kampong, kecamatan, kota hingga provinsi.

LPTQ Kota Subulussalam juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan. “Kita bersyukur. Masuk semifinal MTQ Nasional sudah menjadi capaian luar biasa. Sekarang kita menunggu pengumuman resmi pada penutupan, apakah Fatha memperoleh Juara Harapan I, II atau III”.

Perjalanan Fathasururi juga ikut memberi warna bagi perjuangan kafilah Aceh di Semarang. Jaminuddin menyampaikan bahwa Aceh berpeluang memperbaiki capaian sebelumnya dan diprediksi masuk 5 besar, setelah pada MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur berada di posisi ke-12.

Dari Subulussalam ke panggung nasional, Fathasururi telah menunjukkan satu hal penting: pembinaan Al-Qur’an di daerah mampu melahirkan generasi yang berani bersaing di level nasional. Final memang belum menjadi miliknya tahun ini, tetapi semifinal telah menjadi pintu yang berhasil ia buka dan dari pintu itulah perjalanan berikutnya dapat dimulai.[]