Puisi-puisi Suhaimi

Doa Pamungkas

Tumpah renungan tenang
Membungkus kepasrahan 
Tinggal sendiri tak berkawan
Dalam balut luka, kepungan duka

Seberkas cahaya membelah gelap
Dalam lorong kosong
Menusuk tajak menembus labirin malam

Pelan pelan terdengar alunan nada
Tidak terlalu keras, namun jelas
Itu bukan ejaan pantun
Atau bait puisi

Itulah doa pamungkas
Pemutus kekosongan jiwa
Sebelum lelap datang menjemput
 

Hanya Sebuah Peran

Semua dalam semesta..
Yang tiap pagi ke petang lalu lalang sesak
Yang menapaki dan memaki
Tanpa malu pada angin, pada rintik hujan dingin..

Bergelut dalam kubangan dosa nan kumuh
Saling mengungguli dan mendahului
Tanpa sadar lumrahnya hidup itu hanya sebuah peran..

Yah !
Kehidupan ini hanya tentang sebuah peran kenistaan
Tentang sebuah lakon dan beberapa lainnya
Tentang hitam putih perenungan..

Semua yang berjalan,
Semua yang menentang,
Yang lupa akan lakon dan sebuah peran..

Semalam badai memeluk padang dan ilalang..
Dan esok matahari memuntahkan terik dan menghangatkan ladang
Itulah keutuhan peran dan kehidupan..

Saat dunia melihat, mereka melawan dan berteriak lantang
Tanpa mengenal Tuhan, tanpa menghiraukan bahwasanya hidup hanya tentang sebuah peran..
 

Doa ke Seribu

Kau seribu doa
Sebelum lelah
Sebelum sajak pengantar tidur
Murka malam
Titah hujan
Kau bungkam sayang
Tunggu sampai doa ke seribu
 

*Suhaimi adalah Mahasiswa Antropologi Unimal. Pegiat di Komunitas Panteu Menulis Pasee