ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS., mengimbau warga agar menjaga warisan budaya nenek moyang, khususnya budaya gotong royong. Menurutya, budaya tersebut semakin dilupakan saat ini.

“Perlu kita ingat bahwa gotong royong merupakan warisan nenek moyang dan negara kita lahir karena gotong royong,” kata Ramli, saat membuka Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-46 Aceh Barat 2018 di Workshop Paya Peunaga Kecamatan Meurueubo, Kamis, 2 Agustus 2018.

Ramli menambahkan, di Aceh dikenal meuruk, yang hampir sama dengan gotong royong. Jika gotong royong, diartikan sebagai usaha bersama untuk tujuan bersama, sementara meuruk merupakan usaha bersama untuk kepentingan pribadi.

“Kalau meuruk merupakan usaha bersama demi kepentingan pribadi seperti membantu pemotongan padi seseorang, besoknya itu baru membantu padi orang lain,” ujar Ramli.

Menurut Ramli, kedua budaya tersebut memiliki filosofi mendalam soal “kebersamaan”. “Maka, harapan saya agar budaya atau warisan ini terus dilestarikan oleh masyarakat dalam segala lini di Aceh Barat. Kami harapkan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG), buat program PKK peduli pembangunan,” imbuhnya.[]