TAPAKTUAN – Camat Meukek, Abdul Latif mengatakan, penyalahgunaannarkoba telah menjadi permasalahan nasional. Bahkanpenyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi di kalangan dewasa, tetapi sudah merambah ke kalangan remaja dan anak-anaksekolah.

“Persoalan penyalahgunaan narkoba sekarang ini sudah sangatmemprihatinkan kita semua. Karena sasarannya tidak saja merusak orang dewasa tapi juga menyasar anak-anak remaja di sekolah-sekolah. Karena itu kami sangat mendukung digelarnya kegiatan sosialisasi serta penyuluhan narkoba untukmengingatkan kepada masyarakat dan pelajar tentang bahayanarkoba,” kata Abdul Latif dalam sambutannya pada acara kampanye stop narkoba yang di gelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan di Aula Kantor Camat Meukek, Rabu, 30 November 2016.

Sementara itu, Marziati S.Kep salah seorang narasumber padakegiatan sosialisasi tersebut mengatakan bahwa peredarannarkoba yang makin marak sekarang ini merupakan ancamanbesar bagi anak-anak yang masih berpikiran labil serta cepat terpengaruh sehingga sangat rentan menjadi korban keganasan narkoba.

“Banyak temuan kasus selama ini justru sangat memprihatinkan karena terlibat langsung para anak-anak dalam penyalahgunaannarkoba. Awalnya mereka hanya ingin mencoba – cobamenggunakannya, kemudian menjadi kebiasaan hingga kecanduan,” ujarnya.

Karena itu, Marziati mengharapkan kepada masyarakat danpelajar untuk sedini mungkin menjauhi atau menghindari segalahal yang berbau narkoba karena dampak dari narkoba tersebutsangat fatal terhadap jiwa dan pikiran manusia.

“Khusus kepada para generasi muda sangat ingatkan bahwa jangan coba-coba menggunakan narkoba, sebab dampaknya sangat berbahaya baik bagi masa depan sendiri juga bagi kehidupan lingkungan masyarakat tempat tinggal,” pesannya.

Kepala BNNK Aceh Selatan, Nuzulian S.Sos menyatakan, selain menggelar kegiatan kampanye narkoba di Kecamatan Meukek, pihaknya juga telah menggelar kegiatan serupa di Kecamatan Kluet Utara.

“Dalam acara yang digelar di masing-masing kecamatan tersebut di ikuti oleh sebanyak lebih kurang 60 orang peserta yang terdiri dari perangkat desa dan perwakilan masyarakat termasuk kalangan pelajar serta siswa sekolah yang ada di kecamatan dimaksud,” sebutnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya penyuluhan bahaya narkoba tersebut bisa memberikan pemahaman bagi masyarakat khususnya para generasi muda yang masih duduk dibangku sekolah tentang bahaya narkoba.[]

Laporan Hendrik Meukek