Bomber andalan Liverpool FC, Mohamed Salah mengalami cedera bahu. Cedera tersebut dia alami dalam laga final Liga Champion antara Liverpool FC melawan Real Madrid pada Minggu dini hari kemarin.

Dalam akun Instagramnya @mosalah, pemain yang juga kapten Tim Nasional Sepakbola Mesir ini mengatakan belum bisa menerima kenyataan dia tidak bisa melanjutkan pertandingan.

“Itu adalah malam yang sangat sulit, tetapi saya pejuang,” tulis Salah.

Meski ada kemungkinan cedera yang dialami Salah ini cukup parah, pemain terbaik Liga Inggris 2017 ini tetap yakin bisa tampil di Piala Dunia Rusia pada 14 Juni 2018 mendatang.

“Saya yakin saya akan berada di Rusia untuk membuat Anda semua bangga,” ucap dia.

Selanjutnya, Salah meminta dukungan kepada semua pihak agar diberi kekuatan untuk melewati masa-masa sulit ini “Cinta dan dukungan Anda akan memberi saya kekuatan yang saya butuhkan,” kata dia.

Salah mengalami cedera setelah berduel dengan kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Dalam rekaman kamera, Ramos terlihat menarik tangan kanan Salah ketika terjatuh.

Kapten Timnas Mesir itu pun meringis kesakitan pada bahu kirinya. Sempat mendapat perawatan, Salah kembali masuk ke lapangan hijau.

Tetapi, ia kembali tergeletak di lapangan. Salah tak sanggup melanjutkan pertandingan di menit ke-31.

Air mata top skorer Liga Inggris 2017 ini pun tak terbendung saat ditarik ke luar dan digantikan oleh Adam Lallana. Salah sempat memeluk manager Liverpool Jurgen Klopp sebelum masuk ke ruang ganti.

Sergio Ramos tersenyum lebar

Duel antara Sergio Ramos dan Mohammed Salah dalam laga final Liga Champions 2018 di NSC Olimpiysky, Kiev, Ukrania, menjadi sorotan. Ramos mendapat kritik tajam karena dianggap sengaja mencederai Salah.

Kritik terhadap Ramos semakin gencar setelah bek berusia 32 tahun tersebut tertangkap kamera tengah tersenyum saat Salah menepi karena mengalami cidera bahu.

“Ramos senang di sana, tapi saya tidak (mengetahui) apa yang terjadi di sana,” ujar mantan pesepak bola Inggris, Gary Lineker, kepada BT Sport, Minggu 27 Mei 2018.

Ia menyebut Ramos sebagai pemain yang hebat, tapi tidak memiliki rasa respect yang baik ketika pemain lawan ada yang cidera.

Sementara, mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Unai Emery, menyebut Ramos sebagai penjahat besar.

“Ramos sebenarnya adalah penjahat terbesar dalam sepak bola. Senyum setelah Salah diganti adalah sadis,” kata Unai di akun Twitternya, @DepressionFC13.

Madrid akhirnya memenangkan laga melawan Liverpool ini dengan skor 3-1. Dengan kemenangan ini, tim asal Spanyol ini tercatat tiga kali secara beruntun memenangi Liga Champions, sehingga total telah menyabet 13 trofi.

Sumber: dream.co.id/metro.co.uk