ACEH UTARA – Yeni Mulyani (35), mengenakan baju warna cokelat bermotif batik dipadukan jilbab warna hitam, duduk di ruang tamu rumahnya menerima banyak pelayat, Kamis, 20 Maret 2025.
Yeni merupakan istri almarhum Hasfiani (37) alias Imam, korban pembunuhan oleh oknum anggota TNI AL Lanal Lhokseumawe berinisial DI pangkat Kelasi Dua (KLD). Jasad korban ditemukan dalam karung di kawasan KM 30 Gunung Salak, Nisam Antara, Aceh Utara, Senin, 17 Maret 2025.
Baca juga: Perawat Ditemukan Meninggal di Gunung Salak Aceh Utara, Diduga Dibunuh Oknum TNI AL
Jenazah Hasfiani dimakamkan di belakang rumahnya di Gampong Uteun Geulinggang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Senin sore. Sejak saat itu para pelayat terus berdatangan ke rumah duka.
Yeni menyambut semua tamu termasuk teman-teman almarhum dengan ramah, meskipun raut wajahnya masih dibalut kesedihan. Sesekali ia melepas anaknya yang paling kecil, Shanum Azkiyara (13 bulan), dari gendongannya saat menyalami tamu satu persatu, lalu melayani para pelayat hingga mereka pamit.
portalsatu.com/ bersama dua jurnalis lainnya menyambangi rumah duka Kamis (20/3/), sekitar pukul 11.30 WIB, disambut oleh adik ipar almarhum Hasfiani, Safrul.
“Mohon bersabar, ya, kakak saya (Yeni) sedang ramai tamu di dalam, nanti kalau suasananya sudah agak longgar masuk terus ke dalam rumah. Sebentar, ya, saya beritahu kakak dulu ada teman-teman wartawan di luar,” ucap Safrul di teras rumah duka.
Tidak lama kemudian para tamu yang di ruang tamu rumah itu pun sebagian pamit kepada Yeni. Lalu, ia mempersilakan masuk ke dalam rumahnya untuk wartawan yang berada di luar. Setelah itu, Yeni menceritakan terkait suaminya sebelum kejadian pembunuhan itu.
Yeni menjelaskan pada Jumat, 14 Maret 2025, sekitar pukul 12.00 WIB, Hasfiani sudah bersiap-siap di rumah hendak pergi ke masjid untuk salat Jumat, dan membawa anaknya, Muhammad Arkan (9 tahun). Setelah selesai salat Jumat, Hasfiani membawa pulang Arkan ke rumah.
“Saat itu suami saya masih dalam keadaan memakai kostum salat Jumat ketika tiba di rumah. Beliau mengenakan baju koko, kain sarung, dan peci. Namun, tidak mengganti pakaiannya, hanya mengambil handphone karena ada panggilan telepon dari tersangka itu (DI/oknum anggota TNI AL). Pelaku menyampaikan kepada suami saya bahwa dia sudah sampai di eks-Kompleks Perumahan PT Aceh Asean Fertilizer (AAF), Krueng Geukueh. Lalu, almarhum bilang kepada saya, orang mau beli mobil sudah sampai. Saya jawab, boleh pergi saja ke sana,” kata Yeni kepada wartawan.
Setelah itu, kata Yeni, suaminya langsung pergi ke lokasi pertemuan dengan pelaku tersebut, dan meninggalkan anak-anak di rumah. “Tepatnya dua jam kemudian datang salah seorang teman suami saya, yaitu pemilik mobil itu ke rumah. Ketika itu beliau sampaikan kepada saya bahwa abang (Hasfiani) tidak ada lagi kabar, coba Kak Yeni telepon, mungkin kalau kakak yang telepon diangkat. Kemudian saya teleponlah, tapi sama juga tidak diangkat-angkat panggilannya dan Whatsapp pun tidak aktif,” ungkap Yeni.
Yeni menambahkan pemilik mobil itu setelah menunggu di rumah dikarenakan memang tidak ada kabar dari Hasfiani, selanjutnya melaporkan ke Polsek Dewantara pada Jumat sore itu. Esoknya, Sabtu (15/3), dilaporkan ke pihak Polres Lhokseumawe.
“Saya tanyakan kepada pemilik mobil, apa yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Katanya yang dilaporkan itu terkait penggelapan mobil dan sekaligus orang hilang. Jadi, saya pun turut melaporkan atas kejadian orang hilang ke polres pada hari Sabtu, saat itu saya berada di Polres Lhokseumawe sampai pukul 23.00 WIB malam. Jadi, setelah diproses pihak kepolisian dan Alhamdulillah akhirnya pada Senin, 17 Maret 2025, beliau sudah ditemukan di kawasan Gunung Salak,” ujar Yeni.
Baca juga: Dandenpomal Lhokseumawe: Motif Oknum TNI AL Diduga Bunuh Hasfiani Ingin Menguasai Mobil
Menurut Yeni, pekerjaan sehari-hari suaminya selain perawat di Puskesmas Babah Buloh, Kecamatan Sawang, juga sebagai agen mobil. Tugasnya di Puskesmas tersebut sudah tujuh tahun dengan status honorer. Sedangkan menjadi agen mobil hanya kegiatan sampingan, sejak dua atau tiga tahun lalu.
“Suami saya bertugas di Puskesmas hanya tiga hari dalam sepekan yaitu Senin, Kamis, dan Jumat. Terkadang sesekali almarhum tukar hari dinas sama temannya. Saat ini, Allah SWT menitipkan tiga anak untuk saya setelah ayah mereka meninggal dunia. Ketiganya yaitu Muhammad Arkan (9 tahun), Muhammad Rayyan (5 tahun), Shanum Azkiyara (13 bulan),” ungkap Yeni.
Sedangkan aktivitas sehari-hari Yeni adalah guru di MTs Negeri 10 Aceh Utara, Gampong Teungoh, Kecamatan Sawang.
“Saya menjadi guru baru enam tahun, status sekarang Alhamdulillah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bawah Kemenag. Kalau bertugas di MTs Negeri 10 itu baru satu tahun lebih. Sebelumnya saya juga tenaga honorer di sekolah lain beberapa tahun sebelum menjadi PNS,” ujar Yeni.
Baca juga: Nasir Djamil Desak Hukuman Mati untuk Oknum TNI AL Pelaku Pembunuhan di Aceh Utara
Dari peristiwa yang menimpanya itu, Yeni mengharapkan agar pelaku pembunuhan terhadap
Hasfiani diberikan hukum yang setimpal. “Karena saya secara pribadi tidak bisa menerima bagaimana kelakuan dia (pelaku DI) terhadap suami saya,” ujarnya.
Keluarga kawal proses hukum
Adik ipar almarhum Hasfiani, Safrul, mengungkapkan pihak keluarga tetap mengawal proses hukum yang akan berjalan ke depan terkait kasus pembunuhan tersebut. Sejauh ini ada beberapa lembaga hukum yang menawarkan untuk pendampingan hukum.
“Kami pun pihak keluarga tidak semata-mata melepaskan begitu saja, maksudnya tetap kami pantau proses ini hingga ke depan. Tetapi untuk secara resmi kuasa hukumnya itu kami masih bermusyawarah terlebih dahulu dengan keluarga. Terus terang kami dari keluarga tidak mau berdamai, tetap proses sesuai hukum yang berlaku. Kami mau tetap hukuman mati, nyawa tetap dibayar nyawa dan itu yang kami harapkan,” kata Safrul.
Safrul juga berharap untuk tiga anak yang ditinggalkan oleh almarhum, ada perhatian dari pemerintah daerah. “Tentunya kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Aceh Utara dan jajarannya sudah datang ke rumah duka, serta kalangan lainnya, banyak tokoh masyarakat yang melayat,” ujarnya.[]








