TAKENGON – Dana transfer Otonomi Khusus dari pemerintah pusat untuk provinsi Aceh terus merosot. Tahun 2017, Aceh hanya menerima dana Otonomi Khusus (Otsus) Rp7,971 triliun dari sebelumnya Rp8,022 triliun. Ini artinya, Otsus Aceh berkurang Rp50,945 miliar.

Tidak hanya itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun 2017 untuk Aceh juga mengalami penurunan menjadi Rp2,357 triliun dari tahun 2016 sebanyak Rp4,284 triliun.

“Ini tentu berdampak pada pembangunan di Aceh,” kata Kakanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPB) Aceh, Zaid Burhan Ibrahim, saat ditemui wartawan usai penandatanganan fakta integritas di gedung Ummi, Pendopo Bupati Aceh Tengah, Selasa, 19 September 2017.

Di sisi lain, Zaid mengatakan, Kabupaten Bireun merupakan daerah penerima DAK Fisik terbesar dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Kota Juang tersebut menerima alokasi Rp178 miliar, disusul Kabupaten Aceh Selatan Rp160 miliar dan Kabupaten Aceh Tengah Rp15 miliar.

Sementara penerima DAK terendah adalah Kota Lhokseumawe, dengan jumlah Rp42 miliar. Kemudian disusul Kota Banda Aceh sebanyak Rp58 miliar dan Kota Sabang Rp59 miliar.

Meskipun demikian, pemerintah Pusat mengucurkan dana desa untuk Aceh sebanyak Rp4,8 triliun pada 2017 ini. Angka itu mengalami kenaikan Rp1 triliun jika dibandingkan plot anggaran tahun 2016 yaitu Rp3,8 triliun.

Kabupaten Aceh Utara menjadi penerima terbesar dana desa dengan jumlah Rp635 miliar. Kemudian disusul kabupaten Pidie sebanyak Rp542 miliar, dan Bireun Rp453 miliar.

Sedangkan penerima terendah dana desa adalah Kota Sabang dengan jumlah Rp17 miliar, Langsa Rp54 miliar dan Lhokseumawe Rp55 miliar.

“Kenaikan dana desa yang dikucurkan pusat, merupakan bentuk pembangunan yang dirancang harus dibangun dari bawah,” ujar Zaid Burhan.

Bahkan, katanya, alokasi belanja Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada 2017 untuk provinsi se-Indonesia mencapai Rp764,9 triliun. Angka itu, menurut Zaid, jauh meleset jika dibandingkan dengan belanja kementrian/lembaga dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan nilai Rp736,6 triliun.[]