Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaDiam-diam Surya Paloh...

Diam-diam Surya Paloh Temui Jokowi, Ada Apa?

JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/7/2016). Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh ini tidak ada dalam jadwal resmi kegiatan Jokowi.

Agenda dari Biro Pers Istana Kepresidenan hanya menyebutkan bahwa Jokowi memiliki agenda “intern” sepanjang hari Selasa ini. Kedatangan Surya juga tak diketahui awak media karena yang bersangkutan tidak lewat pintu belakang tempat para tamu biasanya hadir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas di Istana, Surya Paloh datang sendirian ke Istana melalui pintu samping dekat Wisma Negara yang steril dari pantauan wartawan.

Surya Paloh tiba seorang diri pada pukul 13.30 WIB dan langsung bertemu empat mata dengan Jokowi.

Ketua DPP Nasdem Irma Suryani Chaniago membenarkan pertemun Jokowi dan Surya Paloh. Menurut dia, kunjungan Surya ke Istana untuk silaturahmi pasca hari raya Idul Fitri.

“Halal bihalal. Silaturahmi biasa saja sih kata Bang Surya,” kata Irma saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa sore.

Irma memastikan pertemuan tersebut bukan terkait dengan reshuffle kabinet. Sebab, Nasdem sebagai partai pendukung pemerintah mengerti reshuffle adalah hak prerogatif Presiden.

“Kalau soal reshuffle itu kan hak Presiden. Nasdem taat kok dengan aturan main yang menjadi domain presiden,” ucap dia.

Selain memanggil Surya Paloh, hari ini Jokowi juga memanggil Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Ekonomi Darmin Nasution dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.[] sumber: Kompas.com

Baca juga: