Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaNewsDinkes Aceh Timur...

Dinkes Aceh Timur Sosialisasi Polio

IDI – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur menggelar acara advokasi dan sosialisasi kampanye polio dan introduksi IPV program imunisasi kepada lintas sektor. Acara tersebut berlangsung di Aula Hotel Bandar Khalifa, Idi, Selasa 23 Frebuari 2016.

Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, Kepolisian, jajaran puskesmas, polindes, koordinator imunisasi puskesemas, kemenag, dinas Pendidikan dan para Camat se-Kabupaten Aceh Timur serta pegawai RSUD dr. Zubir Mahmud.

“Imunisasi merupakan program yang dijalankan untuk mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Thaib melalui Asisten II Usman A Rachman.

Dia mengatakan ada beberapa penyakit yang masih menjadi masalah di Indonesia pada umumnya dan di Provinsi Aceh khususnya. Penyakit tersebut adalah TBC, Hepatitis, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Campak dan Influenza.

“Di samping masalah kesehatan lainnya yang juga masih menjadi masalah dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti diare, gizi buruk, DBD, dan penyakit-penyakit yang bersumber dari masalah sanitasi yang masih buruk disebagian masyarakat Aceh timur,”katanya.

Namun demikian Aceh Timur wajib berbangga. Pasalnya program sanitasi yang dijalankan dengan pola sanitasi total berbasis masyarakat (STMB) sampai saat ini masih menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Aceh.

Menurutnya hal tersebut ditandai dengan menurunnya jumlah kasus yang berpontensi kejadian luar biasa (KLB) di Aceh Timur. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus berupaya meningkatakan derajat kesehatan maysyarakat dengan berbagai program kesehatan, baik dalam bersifat promotif, preventif, kuratif, operatif serta rehabilitatif.

Dia juga menyampaikan pemerintah akan terus berupaya untuk menurunkan angka pasien dengan mengedepankan promosi dan pencegahan penyakit, serta tetap meningkatkan kualitas sarana dan sumber daya kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik. “Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Usman.

Usman mengatakan acara yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari program nasional bidang kesehatan. Program ini dicanangkan pemerintah dalam rangka memusnahkan/menghilangkan virus polio liar di muka bumi.

“Hal ini dikarenakan bangsa kita sudah berhasil memusnahkan penyakit cacar pada tahun 1974, ini membuktikan bahwa beberapa penyakit bisa dihilangkan dari permukaan bumi ini salah satunya melalui Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio yang akan dilaksanakan serentah di seluruh Indonesia pada tanggal 8 Maret 2016,” kata Usman A Rachman.

Sementara itu, Saifullah Abdulgani, M.Kes, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh mengatakan, Pekan Imunisasi yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 8-15 Maret 2016 memerlukan dukungan semua pihak. “Mulai dari kader desa, kepala desa, camat, bupati, MPU, dan seluruh tokoh masyarakat,” katanya.

Di samping itu, kata dia, semua bayi dan balita harus mendapatkan imunisasi. Hal itu untuk mencegah merebaknya kembali penyakit polio di Aceh. 

“Pemerintah Aceh menargetkan semua bayi dan balita harus mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Saifullah.

“Seluruh bayi dan balita harus tumbuh sehat, agar mereka mampu menjadi generasi penerus bagi bangsa Aceh yang mulia ini,” kata Saifullah.[](adv)

Baca juga: