ACEH UTARA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Kabupaten Aceh Utara, Fuad Mukhtar, S.Sos., M.A.P., mengajak para kader posyandu desa sosialisasikan kegiatan “Dashat” untuk masyarakat. Fuad Mukhtar menilai peran kader posyandu tersebar di 852 desa di 27 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara sangat penting dalam mengedukasi masyarakat melalui kegiatan Dashat sebagai upaya mencegah dan menekan angka stunting.

Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) adalah salah satu intervensi stunting dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi serta kekinian melalui kegiatan teori dan praktek pengolahan pangan oleh para ahli gizi. “Mencegah stunting dengan cara mengajarkan pola memasak yang baik agar zat-zat gizi pada makanan yang dikonsumsi tetap terjaga gizinya dan menjadikan hidup sehat,” kata Fuad Mukhtar di Aceh Utara, beberapa waktu lalu.

Dashat merupakan kegiatan pelatihan untuk membuat makanan bagi ibu hamil dan balita dengan bahan lokal. “Bahan masakan tidak harus mahal. Kita bisa memilih dan memilah bahan-bahan yang terjangkau dengan kualitas dan kandungan gizi yang bagus. Tujuannya untuk mengatasi stunting,” ujar Fuad Mukhtar.

Dashat dapat menjadi pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.

“Melalui pemanfaatan sumber daya lokal, termasuk bahan pangan lokal, yang dapat dipadukan dengan sumber daya atau kontribusi dari mitra lainnya,” ucap Fuad Mukhtar.

Kegiatan Dashat diharapkan akan terjadi pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, terutama dari keluarga kurang mampu melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. “Dashat bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga lewat keterlibatannya dalam kelompok usaha keluarga atau masyarakat yang berkelanjutan,” tutur Fuad Mukhtar.

Sasaran Dashat adalah Keluarga Berisiko Stunting yaitu keluarga yang memiliki satu atau lebih faktor risiko stunting yang terdiri dari keluarga yang memiliki anak remaja/calon pengantin/ibu hamil/ibu menyusui/bayi, baduta dan balita.

Ini merupakan program strategis untuk mencegah dan mengatasi stunting melalui ketahanan pangan yang mengangkat kearifan lokal. Dalam kegiatan Dashat peserta difasilitasi untuk mempraktekkan langsung memasak makann pendukung Air Susu Ibu (ASI) yang dipandu ahli gizi dan TP-PKK Aceh Utara.

Fuad Mukhtar berharap Dashat merupakan langkah strategis yang diambil dalam menekan angka stunting di Kabupaten Aceh Utara, dengan harapan mencapai target zero stunting, minimal turun menjadi 14% tahun 2024 ini.

Kepala DPMPPKB Aceh Utara mengharapkan program Dashat tersebut dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari bertujuan untuk mengatasi stunting.[](Adv)