BANDA ACEH – Sekretaris Aceh Vision, Teuku Dasril, mengatakan pemekaran provinsi bukanlah satu-satunya solusi untuk percepatan pembangunan suatu daerah. Dia mengatakan biarlah isu pemekaran ini menjadi harapan yang tak pernah padam sebagai pemicu pemerataan pembangunan.

“Aceh Vision melihat persoalan pemekaran yang berhembus ini lebih pada persoalan politik kekuasaan dan mismanajemen Pemerintah Aceh,” ujar Teuku Dasril, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Selasa, 9 Februari 2016. Sebagai catatan, Aceh Vision merupakan lembaga yang konsen pada permasaalahan sosial kemasyarakatan. Lembaga ini berkantor di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Dia menyarankan para elit politik yang memperjuangkan pemekaran ALA-Abas untuk ikut bertarung di pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Hal tersebut untuk membuktikan bahwa isu pemekaran ini bukan sekedar keinginan elit politik

“Ajukan satu paket gubernur dan wakil gubernur dari wilayah ALA-ABAS. Bek lage inong, istilah dalam bahasa Aceh-nya,” kata Teuku Dasril.

Dia mengatakan publik bisa melihat apakah percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan berhasil dilakukan jika tokoh ALA-Abas menang dan berkuasa.

“Jika sama saja dengan pemimpin dari daearah lainnya pemekaran jelaslah masalah kekuasaan semata. Kami berkeyakinan jika masyarakat di wilayah ALA dan ABAS berpikiran sama dengan para tokoh yang memperjuangkan pemekaran ini, mereka akan memenangi pilkada 2017,” ujarnya lagi. 

Menurutnya jika tokoh ALA-Abas tidak bisa memenangkan hati rakyatnya maka dapat disimpulkan pemekaran tersebut merupakan keinginan segelintir elit. Meskipun demikian, Teuku Dasril mengakui masalah pemerataan pembangunan di Aceh memang masih menjadi kendala.

“Namun bukan berarti tidak ada solusinya. Lembaga Aceh Vision bersedia berdiskusi dengan Pemerintah Aceh dan memaparkan beberapa pemikiran kami tentang upaya percepatan pemerataan pembangunan di Aceh,” katanya.[](bna)