REDELONG – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA)/Partai Aceh (PA) Bener Meriah, Sarbinari, mengaku mendapat undangan pagelaran seni Aceh Leuser Antara (ALA) pada Minggu, 14 Februari 2016. Kegiatan tersebut bakal dilangsungkan di Ballroom Hotel Santika Dyandra, Medan, sekitar pukul 13.00 WIB.
Namun undangan tersebut tidak langsung disahuti Sarbinari. Pasalnya ini merupakan serangkaian kegiatan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan. Kegiatan ini turut mengundang pembicara dari Ketua Umum KP3 AlaBas, anggota DPR RI dan kementerian.
“Terkait undangan ini, kita musyawarah dulu dengan pimpinan PA/KPA Pusat. Jika pimpinan setuju, saya hadir. Tapi jika tidak, saya juga tidak berani melangkahi perintah pimpinan,” kata Sarbinari kepada portalsatu.com, Selasa, 9 Februari 2016.
Sarbinari juga mempertanyakan tidak adanya pencantuman nama anggota DPR RI dan kementerian yang dimaksud dalam undangan tersebut. Menurutnya di sudut undangan juga tertera nama Melanie Armelia Desky sebagai Ketua Panitia dan Naila Husna Tagore Putri sebagai Sekretaris Panitia.
Sarbinari yakin pimpinan PA/KPA Pusat tidak mengizinkannya ikut serta dalam acara tersebut. “Pasalnya pemekaran hanya akan mencoreng nilai perjanjian MoU Helsinki yang telah disepakati antara RI-GAM pada 2005 lalu,” katanya.[](bna)


