BerandaFadli Zon: Pemerintah Kepepet Tentang RUU Tax Amnesty

Fadli Zon: Pemerintah Kepepet Tentang RUU Tax Amnesty

Populer

JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tax Amnesty atau pengampunan pajak belum juga dilakukan oleh pihak DPR. RUU ini penting untuk pemerintah, supaya penerimaan pajak bisa terdongkrak tahun ini, dan mencapai target Rp 1.360 triliun.

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai, pemerintah tengah kepepet membutuhkan RUU ini. Namun DPR, ujar Fadli, belum satu suara soal RUU Tax Amnesty tersebut.

“Pemerintah kelihatannya kepepet soal tax amnesty ini. Tax amnesty ini secara akademik perlu dikaji betul. Fraksi-fraksi di DPR sendiri belum satu kata soal urgensi tax amnesty,” kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/3/2016). 

Fadli yang dari Fraksi Gerindra mengatakan, fraksinya memiliki tendensi menolak RUU ini. Pembahasan soal RUU Tax Amnesty di DPR tertunda, karena masih adanya perdebatan di dalam DPR sendiri.

“Salah satunya soal efektivitas apakah dengan tax amnesty ini ada dana dari luar negeri masuk disebut puluhan, ratusan triliun, ribuan triliun. Dan dikaitkan dengan pembicaraan RAPBN-P, ini saya kira jadi masalah. Harusnya pemerintah membuat dua skenario. Yaitu pembahasaan RAPBN-P dengan adanya UU Tax Amnesty dan tanpa UU Tax Amnesty. Jangan kita dipaksa untuk harus meratifikasi tax amnesty sehingga baru membicarakan soal RAPBN-P,” papar Fadli.

Pada kesempatan itu Fadli berpendapat, belum ada garansi bila RUU Tax Amnesty disahkan, orang kaya Indonesia akan membawa masuk uangnya ke dalam negeri. Selain itu ada azas keadilan yang harus diperhatikan.

“Yang di luar itu mereka mendapatkan pengampunan tapi yang patuh apakah dapat apresiasi? Seharusnya ada strategi pemerintah bisa mengembangkan subjek pajak yang lebih besar sampai pada pendapatan pajak yang lebih besar, dan tax amnesty memungkinkan sampai pada keadaan yang darurat,” kata Fadli.[] sumber: detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya