Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaBerita Aceh UtaraForum Pemuda Samudera...

Forum Pemuda Samudera Minta Presiden Tegur Pemerintah Aceh Soal Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON – Sejumlah masyarakat tergabung dalam Forum Pemuda Samudera, Kabupaten Aceh Utara, menggelar aksi mendesak Bupati Aceh Utara dan Gubernur Aceh mencari solusi penanggulangan banjir di Kecamatan Samudera dan kecamatan lainnya di wilayah Aceh Utara. Aksi itu dilakukan di depan Kantor Camat Samudera, Senin, 10 Januari 2022.

Mereka mengusung spanduk bertuliskan “Tolong Pak Presiden sampaikan derita kami pada Pemerintah Aceh. 4,4 triliun pulang peng jeut, peugeut tanggul han”.

Koordinator aksi, Misbahuddin Ilyas, mengatakan pihaknya mendesak Presiden RI, Gubernur Aceh dan Bupati Aceh Utara segera mencari solusi terkait persoalan banjir di Aceh Utara, yang telah menelan korban jiwa dan membuat masyarakat menderita kerugian. Mereka juga meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar mengevaluasi Hak Guna Usaha (HGU) serta perizinan lainnya, untuk menyelamatkan hutan dan menjaga ekosistem lingkungan hidup di Aceh Utara.

“Kita mendesak aparat penegak hukum agar konsisten dalam memberikan tindakan tegas kepada pelaku ilegal loging. Pemerintah agar serius memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang terkena banjir, serta merevitalisasi tanggul (Sungai/Krueng Pase) yang rawan banjir, demi untuk membentengi masyarakat dari bencana alam banjir,” kata Misbahuddin.

Misbahuddin menambahkan pemerintah juga perlu membangun kembali beberapa ruas jalan yang rusak akibat banjir dan jembatan penghubung Kecamatan Murah Mulia dengan Geureudong Pase yang runtuh akibat banjir tahun lalu.

Pihaknya mendesak pemerintah dan kementerian terkait meninjau kembali muara Krueng Pase yang sering meluap dan terjadi banjir setiap pengujung tahun, apakah dangkal atau perlu direhabilitasi agar masyarakat benar-benar bebas dari banjir.

“Kami masyarakat tidak perlu pada saat banjir baru pemerintah sibuk mencari muka memberikan bantuan logistik berupa mi instan dan telur. Yang kami butuhkan pembangunan jangka panjang sebagaimana yang dimaksudkan itu. Sehingga masyarakat betul-betul merasakan manfaat dan terhindar dari banjir selamanya,” ujar Misbahuddin.[]

 

Baca juga: