Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaNewsGo Online, Berikut...

Go Online, Berikut Fakta-Fakta UMKM di Indonesia

JAKARTA – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini tengah digalakkan untuk melek teknologi. Hal itu diharapkan agar para pelaku UMKM dapat merambah pasar lebih luas, sehingga produknya lebih dikenal masyarakat.

Pemanfaatan teknologi informasi saat ini sangat diperlukan bagi pelaku UMKM, mengingat masyarakat cenderung mengakses informasi lewat internet. Tidak hanya pasar lokal, pasar internasional pun dapat diakses dengan kemajuan teknologi saat ini.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Yunisman terus berupaya meningkatkan kemampuan pelaku UMKM agar dapat memasarkan produk secara luas dengan melakukan pembinaan, dan pelatihan-pelatihan.”Saat ini telah terdapat sekitar tujuh ribu UMKM yang dilakukan pembinaan,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga harus memiliki inovasi dan kreativitas, sehingga produk yang dihasilkan tersebut dapat dilirik konsumen.

Berikut ini beberapa fakta mengenai Industri Kecil dan Menengah (IKM), Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

1. Dapat Tingkatkan Daya Saing Global

Pemerintah Kota bekerja sama dengan sejumlah komunitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk melaksanakan pameran produk UKM, dan bazar di kota Muara Dua, Sabtu (11/02/2017). Wakil Bupati OKU Selatan Sholehien Abuasir menekankan bahwa pameran industri tersebut dapat memberikan motivasi sekaligus bekal bagi semua pelaku usaha agar menjadi wiraswasta yang tangguh, profesional, kreatif, dan inovatif ke depannya.

Baca juga: Impor Bahan Baku untuk Industri Kecil Menengah Dipermudah

2. Kendala UMKM

Kendala utama Usaha,Mikro,Kecil,dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat ialah soal distribusi dan inefisiensi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Dwi Suslamanto. Pada sisi lain, kata Dwi, penggunaan e-commerce dari jumlah UMKM 2014 s.d. 2015 di Kalbar tumbuh sebesar 251 persen. Akan tetapi, yang memanfaatkan e-commerce untuk mengatasi distribusi dan inefisiensi tersebut hanya 0,07 persen.

3. Tantangan Bagi IKM

Sebagai sektor penggerak utama perekonomian nasional, peran IKM tentu sangat penting untuk menambah devisa negara, dan menyerap tenaga kerja. Maka dari itu, pemerintah dan pihak swasta terus bahu-membahu dalam upaya meningkatkan kemampuan IKM agar mampu berkompetisi baik dalam produksi maupun pemasarannya ke pasar dalam negeri, dan pasar luar negeri. Namun, menurut Pengamat Ekonomi Berly Martawardaya bahwa industri besar secara jumlah memang sedikit, tetapi secara nilai industri besar jauh lebih besar dan lipat ganda. Oleh sebab itu, Berly berharap agar pemerintah dan Kemenperin tidak berfokus pada pelatihan dan bantuan mesin peralatan saja, tetapi bagaimana agar terus melakukan pendampingan sehingga industri kecil menjalin bekerja sama dengan industri-industri besar.

4. Nilai Tambah IKM Meningkat

Kementerian Perindustrian mencatat IKM terus memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. ”IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Ini terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3% dibandingkan pada 2015,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan tertulisnya, Minggu (05/03/2017). Menurut Gati, IKM juga berperan penting dalam penyerapan tenaga kerja di dalam negeri karena sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia. Pada 2016 IKM tumbuh mencapai 165.983 unit atau meningkat 4,5% dibandingkan tahun 2015. Sementara, pada 2017 jumlah IKM ditargetkan mencapai 182.000 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 400.000 orang.

5. UMKM Siap Go-Online

Sudah saatnya produk UMKM tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga secara online. Menurut Wali Kota Pontianak Sutarmidji, dengan begitu para pelaku UMKM akan tertantang untuk melakukan inovasi karena konsumen pasti selalu melihat update produk-produk terbaru. Gerakan 100 ribu UMKM Go-Online memang program dari Presiden Joko Widodo, dan Pos Indonesia ditunjuk sebagai pihak yang mendistribusikan barang. Harapannya, tahun 2020 nanti jual beli online akan membludak. Untuk itu, armada Pos juga akan ditambah, bahkan menyediakan fasilitas jemput kiriman.

6. IKM Siap Go-Online

IKM mulai masuk dan bekerja sama dengan situs belanja online. Hal itu menjadi sinyal bahwa IKM mulai mengikuti perubahan zaman dengan mulai masuk ke konsep industri digital. Di mana, Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa sudah melakukan MoU dengan salah satu situs belanja online Indonesia. Beberapa situs belanja online yang sedang dilakukan penjajakan, antara lain Lazada, Tokopedia, dan blibli.com. Selain itu, ia juga mengatakan produk yang dijual melalui internet ini memiliki kriteria sendiri, yang terutama produk siap jual dengan memiliki merek dan kemasan yang baik.

7. UMKM Dapat Perangi Kemiskinan

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, memiliki tenaga kerja sekitar 117,68 juta orang. Menurut data Kementerian Koperasi, dan UKM, 96,87% dari jumlah tersebut bekerja di sektor UMKM, dengan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 60,34%. Dengan begitu, UMKM memberi kontribusi sangat besar terhadap ekonomi Indonesia dengan menyerap tenaga kerja lebih dari 114 juta orang di hampir 58 juta unit usaha. Keberhasilan UMKM mengembangkan usaha dengan meningkatnya kapasitas produksi dan luasnya pasar, mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak sehingga berdampak besar dalam upaya pengurangan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

8. Hanya 9% UMKM Manfaatkan Internet

Berdasarkan riset Deloitte tahun 2016, hanya 9% dari 57,9% juta UMKM yang serius menjual produk melalui jejaring sosial yang terintegrasi maupun platform e-commerce. Sementara, 37% pelaku UMKM sama sekali tidak memiliki akses internet, baik melalui komputer maupun smartphone. Sedangkan, 36% UMKM lainnya memiliki akses internet, namun tidak digunakan untuk penjualan produk. Sementara, 18% lainnya hanya menggunakan jejaring media sosial untuk penjualan produk.[]Sumber:okezone

Baca juga: