Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaNewsGubernur Terima Hibah...

Gubernur Terima Hibah Aset Asrama Mahasiswa Aceh di Pulau Jawa

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah menerima hibah berupa lima Asrama Putri “Pocut Baren” yang berlokasi Depok, Yogyakarta, Bandung,
Malang dan Bogor untuk dijadikan sebagai tempat penghinapan bagi mahasiswa asal Aceh yang melanjutkan pendidikan tinggi di kota-kota tersebut.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Gerbang Anak Sejahtera (GAS), Hasan Saad menyerahkan secara lansung hibah kelima asrama tersebut melalui
penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Pemerintah Aceh dan pihak yayasan di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Rabu 20 Januari 2016.

Gubernur Zaini dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus yayasan karena telah menyahuti surat himbauan yang dikirimkan oleh dirinya beberapa waktu lalu kepada pengelola asrama mahasiswa Aceh, baik yayasan maupun Perkumpulan Masyarakat Aceh di Pulau Jawa.

Dalam surat tersebut menurut Gubernur Aceh, Pemerintah mennghimbau kepada pengelola asrama mahasiswa asal Aceh di Pulau Jawa untuk dapat melakukan pengamanan dan pemeliharaan terhadap aset-aset asrama guna menghindari perselisihan dan sengketa dikemudian hari.

“Dalam surat tersrbut juga dinyatakan pihak pengelola dapat meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mengamankan, memelihara dan mengelola asrama tersebut dengan terlebih dahulu mengalihkan aset asrama kepada Pemerintah Aceh,” ujar Zaini.

Menurut Gubernur dengan berlangsungnya proses penyerahan tersebut, Pemerintah Aceh akan mengambil alih kepemilikan dan pengelolaan kelima
asrama tersebut yang akan diperuntukkan kepada mahasiswa asal Aceh dalam melanjutkan pendidikannya di beberapa perguruan tinggi di Pulau Jawa.

“Keberadaan asrama ini cukup penting bagi para mahasiswa terutama bagi anak-anak Aceh yang kurang mampu dan berprestasi. Asrama ini diharapkan
mampu menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman serta melindungi mereka dari pengaruh-pengaruh negatif dan tidak islami selama berada
disana,” katanya.

“Pemerintah Aceh siap untuk membangun sistem manajemen yang terbaik dalam pengelolaan asrama itu. Dengan pengelolaan yang terpusat, saya yakin kita akan bisa menyediakan tempat tinggal yang ideal bagi mahasiswa Aceh saat belajar di Pulau Jawa. Langkah ini merupakan bagian dari program pendidikan

Aceh dalam rangka memfasilitasi generasi muda Aceh menjadi generasi yang cerdas, berkualitas, dan inovatif,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan GAS, Hasan Saad mengatakanpihaknya sangat mengharapkan peran Pemerintah Aceh dalam mengelola dan
memelihara asrama-asrama mahasiswa Aceh yang ada di luar Aceh.

“Sebelumnya Yayasan GAS mengelola empat asrama yang berlokasi di Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Malang. Sedangkan Yayasan Rahmania Fortuna
mengelola satu asrama di Depok. Hari ini kita serahkan sepenuhnya aset asrama tersebut kepada Pemerintah Aceh untuk pengelolaan dan pemeliharaan
yang lebih baik,” tuturnya.

Menurut Hasan Saad, kondisi asrama-asrama yang dibangun sekitar tahun 2003 tersebut pada umumnya dalam keadaan baik dan didirikan dari hasil sumbangan masyarakat serta pengurus yang mayoritas merupakan para mantan direktur di PT. Arun dan Pertamina.

“Selama ini kita mempunyai pemasukan yang tetap yang minim untuk memastikan pemeliharaan dan pengelolaan asrama-asrama tersebut berjalan
dengan maksimal. Setelah menerima surat himbauan Gubernur tentang pengamanan pengelolaan asrama mahasiswa Aceh beberapa waktu lalu, kami para
pengurus memutuskan untuk menyerahkan lima aset Asrama Putri Pocut Baren kepada Pemerintah Aceh dengan harapan pemerintah dapat memastikan
pengelolaan dan pemeliharaan berjalan maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Aceh yang ingin menuntut ilmu di perantauan,” katanya.

Hasan turut menjelaskan bahwa asrama-asrama yang diserahkannya itu berada di lokasi yang sangat strategis dengan perguruan-perguruan ternama di
Indonesia. “Seperti asrama kita di Depok sangat dekat dengan kampus Universitas Indonesia, sedangkan asrama kita di Yogyakarta sangat dekat
dengan Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPN). Di Bandung, asrama kita berada di kawasan Jatinangor dimana
kampus-kampus seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad) dan universitas-universitas lainnyal,” jelasnya.[]

Sumber: rri.co.id

Baca juga: