Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsPemerintah Aceh Diminta...

Pemerintah Aceh Diminta Bangun Asrama Mahasiswa di Turki

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta membangun asrama mahasiswa di Turki sebagaimana di negeri lain seperti Australia, ada mahasiswa Aceh di kota Sydney dibangun oleh Kamunitas Ashabul Kahfi, bukan pemerintah Aceh.

Demikian kata ahli teknologi informasi (IT) dan peserta Konferensi Editor Jurnal Antarbangsa di Istanbul tahun 2015, Teuku Farhan, yang dihubungi melalui telegram, di Banda Aceh, Kamis 21 Januari 2016.
 
“Saat di Istanbul, saya mendengar kebutuhan mendesak itu dari sekira seratus orang mahasiswa Aceh yang kuliah di Turki. Mereka butuh tempat bersilaturrahim tentang Aceh, sekaligus tempat mengenalkan Aceh pada penduduk Turki,” katanya.

Farhan mengatakan, setiap kunjungan pemerintah ke Turki harus memberikan kontribusi untuk mahasiswa Aceh di Turki, Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT), Teuku Farhan.

“Mahasiswa Aceh di Turki merupakan aset yang penting. Mereka lebih berpotensi mengenalkan Aceh secara sistematis di negara dua benua itu dari pada penjabat di Aceh yang ke sana sesekali,” kata Ketua Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) ini.

Ketua Tuha Peuet Ikatan Masyarakat Aceh di Turki, Arhami, yang dihubungi melalui WhatsApp, mengatakan, asrama mahasiswa Aceh di Turki mendesak dibutuhkan.

“Boleh dibangun di beberapa kota, tapi kalau hanya satu, boleh dibangun di Istanbul sebagai pusat ekonomi dan peradaban, atau di Ankara sebagai ibu kota negara, pusat pemerintahan Turki sekarang,” kata Arhami di Istanbul, Kamis 21 Januari 2016.[]

Baca juga: