BLANGKEJEREN – Harga kopi gayo di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak naik sejak sebulan terakhir. Bahkan harga saat ini sudah sama seperti sebelum masa pandemi covid-19 dulu.

Pak Kalwa salah satu petani kopi di Kecamatan Blangkejeren, Senin, 25 Oktober 2021, mengatakan hari ini harga gabah kopi yang dibeli agen penampung di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren sudah mencapai Rp 35 per bambu, harga tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya.

“Minggu yang lalu, harga gabah kopi masih Rp 31 ribu per bambu dibeli agen penampung di Desa Porang, dan hari ini alhamdulilah sudah naik menjadi Rp 35 ribu per bambu,” katanya.

Sementara harga kopi glondongan atau harga buah kopi yang masih merah, hari ini dibeli agen penampung Rp 10 ribu per bambu atau Rp 100 ribu per kaleng, harga tersebut juga mengalami kenaikan dari Minggu kemarin yang hanya Rp 8 ribu per bambu atau Rp 80 ribu per kaleng.

“Saya yakin harga kopi gayo di Gayo Lues bakalan terus bergerak naik ke depan, bahkan tahun ini bisa mencapai Rp 40 ribu lebih per bambu. Salah satu alasannya karena buah kopi sangat sedikit lantaran saat harga murah dulu, perawatan tidak maksimal, ditambah lagi orang-orang luar terus memburu kopi asli Gayo yang langsung datang ke Gayo Lues,” jelasnya.

Kepada pencinta kopi Gayo yang ada di Indonesia, Pak Kalwa berpesan agar mulai hari ini segera menyetok bubuk kopi ataupun segera memesan kopi gayo sesuai selera, ke depan, kopi gayo bakalan di ekspor dalam jumlah besar ke Negara Eropa dan bakalan sulit ditemukan di Indonesia.[]